
Pantau - Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi kembali mengunjungi Teheran untuk menyampaikan pesan dari Amerika Serikat kepada pemerintah Iran di tengah upaya negosiasi gencatan senjata dan pembahasan kerangka kesepakatan baru.
Kantor Berita semi-resmi Iran, ISNA, melaporkan pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung melalui mediasi Pakistan hingga Kamis malam 21 Mei 2026.
Mohsin Naqvi diketahui melakukan perjalanan kedua ke Teheran dalam pekan ini untuk bertemu sejumlah pejabat tinggi Iran.
Naqvi bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni.
Iran dan AS Masih Berselisih Soal Nuklir
Dalam laporan tersebut, Iran mengajukan proposal berisi 14 poin terkait proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
Teheran menginginkan pembahasan program nuklir, termasuk isu pengayaan uranium, dilakukan secara terpisah dalam waktu 30 hari setelah gencatan senjata permanen tercapai.
Namun, Amerika Serikat meminta persoalan nuklir diselesaikan lebih dahulu sebelum kesepakatan gencatan senjata permanen diberlakukan.
Mohsin Naqvi dijadwalkan berada di Teheran hingga Jumat untuk melanjutkan konsultasi dan mengadakan pertemuan tambahan dengan pejabat Iran.
Ketegangan Kawasan Timur Tengah Masih Memanas
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan menyerang target Israel serta sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk dan menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
- Penulis :
- Aditya Yohan





