HOME  ⁄  Geopolitik

PM Greenland Jens-Frederik Nielsen Absen di Pembukaan Konsulat Baru AS di Nuuk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PM Greenland Jens-Frederik Nielsen Absen di Pembukaan Konsulat Baru AS di Nuuk
Foto: (Sumber : Arsip - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen (kiri, atas bola salju), saat ikut berdemonstrasi menentang tindakan Amerika Serikat yang berupaya menguasai Greenland, di Nuuk, Greenland, wilayah otonom Denmark, (17/1/2026). (ANTARA/Xinhua/Anders Kongshaug).)

Pantau - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memutuskan tidak menghadiri pembukaan konsulat baru Amerika Serikat di Nuuk di tengah memanasnya hubungan politik antara Greenland dan Washington.

Keputusan itu disampaikan Nielsen kepada surat kabar Sermitsiaq pada Kamis 21 Mei 2026 menjelang peresmian gedung baru konsulat AS di ibu kota Greenland tersebut.

"Kami belum membuat keputusan secara prinsip, tetapi saya tidak akan berpartisipasi," ungkap Jens-Frederik Nielsen.

Nielsen juga mengaku belum dapat memastikan apakah anggota pemerintahannya akan hadir dalam acara pembukaan konsulat tersebut.

Ketegangan Greenland dan AS Masih Tinggi

Konsulat Amerika Serikat diketahui telah mengundang sejumlah pejabat dan tamu untuk menghadiri resepsi pembukaan gedung baru konsulat di Nuuk.

Namun, banyak pihak disebut menolak undangan tersebut karena situasi politik yang sedang memanas antara Greenland dan Amerika Serikat.

Ketegangan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan kepemilikan atau kendali atas Greenland.

Greenland merupakan wilayah semi-otonom Denmark yang memiliki sumber daya alam melimpah dan posisi strategis di kawasan Arktik.

Pejabat Greenland Mulai Menolak Undangan AS

Sebelumnya, anggota parlemen Greenland Naaja H. Nathanielsen juga menolak undangan menghadiri acara yang digelar konsulat Amerika Serikat.

"Saya telah menjelaskannya, dengan mengatakan bahwa situasi antara negara kami saat ini sulit," kata Naaja H. Nathanielsen melalui akun Facebook miliknya.

Sikap para pejabat Greenland itu dinilai menjadi sinyal kuat memburuknya hubungan diplomatik dengan Washington dalam beberapa bulan terakhir.

Hubungan kedua pihak terus menjadi sorotan internasional setelah muncul berbagai pernyataan terkait kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat di kawasan Arktik.

Penulis :
Aditya Yohan