
Pantau - Kementerian Pertahanan Belanda mengonfirmasi rencana pembelian rudal jarak jauh untuk jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II serta penambahan stok senjata berpemandu presisi dari Amerika Serikat.
Konfirmasi tersebut disampaikan dalam tinjauan proyek pertahanan Belanda untuk tahun 2026 yang dirilis pada Kamis (21/5/2026).
“Terdapat kebutuhan untuk mengisi kembali stok amunisi strategis berteknologi tinggi, termasuk rudal pertahanan udara, amunisi berpemandu presisi untuk F-35, roket presisi berpanduan GPS untuk sistem artileri roket, serta amunisi untuk helikopter serang Apache,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Belanda.
Pengadaan Dilakukan Melalui Sistem FMS Amerika Serikat
Pemerintah Belanda menyebut proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme Foreign Military Sales (FMS) yang didukung Amerika Serikat.
“Guna mempercepat pengadaan, kementerian pertahanan tidak hanya menggunakan kontrak kerangkanya sendiri, tetapi juga memanfaatkan kontrak yang disediakan bagi negara-negara anggota oleh Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA),” tulis dokumen tersebut.
Selain melalui NATO, Belanda juga membeli amunisi strategis melalui sistem FMS milik Amerika Serikat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengadaan senjata di tengah kebutuhan peningkatan pertahanan negara.
Dikaitkan dengan Rudal Jelajah AGM-158B JASSM-ER
Meski tidak merinci jenis rudal yang akan dibeli, sejumlah media pertahanan mengaitkan proyek tersebut dengan rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER buatan Amerika Serikat.
Rudal tersebut disebut akan digunakan untuk memperkuat armada jet tempur F-35 milik Belanda.
Pembelian itu juga menjadi bagian dari upaya Belanda memperkuat kesiapan militer dan modernisasi sistem persenjataan strategis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






