
Pantau - Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyebut sedikitnya 31 kapal melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
IRGC menyatakan kapal-kapal tersebut terdiri dari tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal dagang lainnya yang melintas di bawah pengamanan angkatan laut Iran.
IRGC Klaim Pengamanan Jalur Strategis Tetap Berjalan
Dalam pernyataannya yang dikutip televisi IRIB pada Kamis (21/5), IRGC mengatakan, "Selama 24 jam terakhir, 31 kapal, termasuk tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal dagang lainnya, telah melintasi Selat Hormuz di bawah koordinasi dan pengamanan angkatan laut IRGC."
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia menuju pasar global.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran sejak 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil Iran.
Konflik Iran-AS Picu Gangguan Pasokan Energi Global
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata dan melanjutkan perundingan di Islamabad, namun pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump juga memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi waktu kepada Iran mengajukan "proposal terpadu."
Eskalasi konflik di sekitar Iran memicu blokade de facto di Selat Hormuz yang berdampak terhadap ekspor dan produksi minyak dunia.
Situasi tersebut turut menyebabkan kenaikan harga bahan bakar dan berbagai produk industri di banyak negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





