HOME  ⁄  Geopolitik

Survei Ungkap Mayoritas Warga AS Menolak Konflik Iran di Tengah Lonjakan Harga BBM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Survei Ungkap Mayoritas Warga AS Menolak Konflik Iran di Tengah Lonjakan Harga BBM
Foto: (Sumber : Warga menghadiri unjuk rasa menentang serangan AS-Israel ke Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, 7 Maret 2026. (Foto oleh Qiu Chen/Xinhua).)

Pantau - Mayoritas warga Amerika Serikat menolak konflik dengan Iran setelah sejumlah survei terbaru menunjukkan perang tersebut dinilai tidak populer dan memicu kekhawatiran ekonomi di dalam negeri.

Jajak pendapat New York Times/Siena menunjukkan sebanyak 64 persen responden menilai keputusan untuk berperang dengan Iran merupakan langkah yang salah.

Penolakan publik juga muncul di tengah meningkatnya dampak ekonomi akibat konflik yang memicu lonjakan harga bahan bakar domestik hingga 50 persen karena terganggunya pengiriman melalui Selat Hormuz.

Seorang pekerja kantoran di luar Washington DC, Rosa King, mengaku kecewa terhadap kebijakan Presiden Donald Trump terkait konflik tersebut.

“Saya kecewa terhadap seorang presiden yang menurut saya dikendalikan oleh Israel,” ungkap Rosa King kepada Xinhua.

Sementara itu, Brad Garcia, seorang penjual mobil di dekat Washington DC, menilai Israel memiliki pengaruh yang terlalu besar terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Dukungan Pemilih Republik Mulai Melemah

Menurut hasil survei, sejumlah pemilih muda Partai Republik dan pemilih independen yang condong ke Partai Republik mulai skeptis terhadap pelaksanaan perang dan dampak finansial jangka panjangnya.

Senior fellow Brookings Institution Darrell West mengatakan Trump sebelumnya memperkirakan konflik Iran akan berlangsung cepat dan mudah diselesaikan.

“Trump mengira Iran akan menjadi kemenangan yang cepat dan mudah, dan dia dapat bernegosiasi dengan para pemimpin baru di sana. Namun, tidak satu pun dari hal itu menjadi kenyataan,” kata West.

Ia menilai penolakan publik dipicu tidak adanya tujuan strategis yang jelas dalam konflik tersebut.

Trump Klaim Konflik Iran Hampir Berakhir

Di tengah meningkatnya kritik publik, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Trump dilaporkan turun ke titik terendah akibat dampak ekonomi perang.

Trump pada Rabu (20/5/2026) mengklaim konflik Iran sudah memasuki tahap akhir.

“Kita sudah memasuki tahap akhir (konflik) Iran,” kata Trump kepada wartawan saat menaiki pesawat Air Force One.

“Kita mungkin akan mencapai kesepakatan atau melakukan beberapa hal yang agak tidak menyenangkan, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi,” lanjutnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf