HOME  ⁄  Ekonomi

Produksi Beras Nasional Meningkat, Indonesia Dinilai Kian Kokoh Menuju Swasembada Pangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Produksi Beras Nasional Meningkat, Indonesia Dinilai Kian Kokoh Menuju Swasembada Pangan
Foto: (Sumber : Ilustrasi. Pekerja mengangkut karung berisi beras saat bongkar muat di Gudang Bulog Utama, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/tom..)

Pantau - Indonesia dinilai sedang memasuki fase penting dalam perjalanan ketahanan pangan nasional setelah produksi beras meningkat dan cadangan beras pemerintah menembus lima juta ton pada April 2026.

Dalam telaah yang ditulis Entang Sastraatmadja, peningkatan produksi beras nasional menjadi sinyal optimisme baru bagi upaya mempertahankan swasembada pangan di tengah ancaman impor dan perubahan iklim.

“Ketahanan pangan bukan lomba pencitraan, melainkan soal keberlangsungan hidup rakyat dan stabilitas negara,” tulis Entang dalam telaah yang diterbitkan ANTARA, Senin (25/5).

Produksi Beras Capai Rekor Baru

Data produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton atau melampaui total produksi sepanjang 2024 sebesar 30,62 juta ton.

Kenaikan produksi tersebut tercatat lebih dari 12 persen dibandingkan periode Januari hingga Oktober tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi dipengaruhi optimalisasi lahan pertanian, pemanfaatan lahan rawa dan lahan kering, perbaikan sistem irigasi, serta kondisi iklim yang relatif mendukung.

Panen raya di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi juga memperkuat surplus beras nasional.

Badan Pangan Nasional memproyeksikan total produksi beras sepanjang 2025 dapat mencapai 33,52 juta ton atau mendekati rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Cadangan Beras Pemerintah Tembus Lima Juta Ton

Kenaikan produksi nasional turut berdampak pada penguatan stok cadangan beras pemerintah yang mencapai lima juta ton pada April 2026.

Kondisi tersebut disebut menjadi pencapaian penting karena Indonesia mampu memiliki stok beras besar tanpa bergantung pada impor.

Pemerintah juga menyatakan Indonesia telah kembali mencapai swasembada beras secara fungsional.

Dalam telaah tersebut dijelaskan swasembada tidak berarti menutup sepenuhnya impor beras, melainkan kemampuan negara memenuhi kebutuhan utama masyarakat melalui produksi domestik dan cadangan nasional yang memadai.

Penulis menilai keberhasilan menjaga swasembada membutuhkan upaya jangka panjang melalui perlindungan lahan pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf