HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif Dipengaruhi Sentimen Domestik dan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif Dipengaruhi Sentimen Domestik dan Global
Foto: (Sumber : Arsip foto - Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). IHSG ditutup melemah ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5) terkoreksi 223,56 atau sebesar 3,54 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin diperkirakan bergerak variatif seiring kombinasi sentimen domestik dan global yang masih memengaruhi pasar keuangan.

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan

IHSG tercatat dibuka menguat 25,60 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.187,65.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,05 poin atau 0,49 persen ke level 623,49.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan masih bergerak campuran.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6.000-6.250 di pekan ini,” ungkap Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar diperkirakan mengantisipasi rebalancing indeks MSCI pada akhir Mei di tengah periode perdagangan yang lebih singkat.

Selain itu, investor disebut masih cenderung berhati-hati karena ketidakjelasan implementasi sejumlah kebijakan baru pemerintah.

Sentimen Global Masih Pengaruhi Pasar

Dari faktor global, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Chairman bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menggantikan Jerome Powell pada Jumat (22/5).

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan tengah disusun untuk membuka kembali Selat Hormuz, meski klaim tersebut dibantah media pemerintah Iran.

Media Iran melaporkan puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.

Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran serta dampaknya terhadap harga minyak dunia diperkirakan masih akan memengaruhi sentimen pasar global.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat seperti PCE Price Index, Durable Goods Orders, dan estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto kuartal I-2026.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, bursa saham Eropa dan Wall Street kompak ditutup menguat.

Indeks Dow Jones naik 0,58 persen, S&P 500 menguat 0,37 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,42 persen.

Sementara bursa regional Asia pada Senin pagi juga bergerak di zona hijau dipimpin penguatan indeks Nikkei sebesar 2,84 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf