HOME  ⁄  Ekonomi

PLN Enjiniring Kawal Proyek Pumped Storage 1.040 MW Pertama di Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PLN Enjiniring Kawal Proyek Pumped Storage 1.040 MW Pertama di Indonesia
Foto: (Sumber : Direktur Utama PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah (dua dari kanan) melakukan pengecekan pengembangan PLTA Upper Cisokan berkapasitas 1.040 MW di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Antara/HO/PLN Enjiniring).)

Pantau - PLN Enjiniring terus mengawal pengembangan proyek PLTA Upper Cisokan berkapasitas 1.040 megawatt di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang diproyeksikan menjadi pumped storage pertama di Indonesia.

Direktur Utama PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah mengatakan proyek tersebut dipersiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah pertumbuhan energi baru terbarukan.

“Proyek Upper Cisokan dipersiapkan untuk membantu menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah pertumbuhan energi baru terbarukan, seperti tenaga surya dan angin,” ujar Chairani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan teknologi pumped storage bekerja seperti baterai raksasa yang menyimpan energi menggunakan air.

Saat pasokan listrik berlebih, air dipompa ke waduk bagian atas dan akan dialirkan kembali untuk menghasilkan listrik ketika kebutuhan meningkat.

Teknologi Pumped Storage Dinilai Penting untuk Energi Hijau

Chairani mengatakan teknologi pumped storage akan menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan pasokan listrik nasional di masa depan.

Menurut dia, sistem tersebut memungkinkan listrik disimpan saat kebutuhan rendah dan digunakan kembali ketika konsumsi meningkat.

PLTA Upper Cisokan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis penopang sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Kehadiran proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan kesiapan jaringan listrik nasional menghadapi perubahan pola konsumsi energi.

Ia menyebut proyek ini memiliki tingkat kompleksitas engineering yang tinggi karena menggabungkan bendungan, terowongan air bertekanan tinggi, dan fasilitas pembangkit bawah tanah dalam satu sistem terintegrasi.

PLN Enjiniring Awasi Konstruksi dan Standar Keselamatan

Dalam proyek tersebut, PLN Enjiniring berperan melakukan pengawasan engineering, quality assurance, pendampingan teknis, project management, serta pengawasan konstruksi.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan, kualitas, dan keandalan.

“Upper Cisokan bukan hanya proyek pembangkit listrik, tetapi bagian dari fondasi sistem energi masa depan Indonesia,” kata Chairani.

PLN Enjiniring juga menegaskan komitmennya mendukung pengembangan energi hijau nasional melalui berbagai proyek berbasis energi baru terbarukan dan teknologi rendah emisi.

“PLN Enjiniring siap mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan menuju energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Kami percaya penguatan engineering nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung transisi energi di Tanah Air,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan