
Pantau - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan dan memastikan peristiwa blackout atau pemadaman listrik massal di Sumatera tidak terulang kembali setelah gangguan terjadi pada Jumat 22 Mei 2026.
Kronologi Pemadaman Listrik di Sumatera
Blackout terjadi sejak Jumat 22 Mei 2026 pukul 18.44 WIB akibat cuaca buruk yang mengganggu sistem kelistrikan di Sumatera serta putusnya jaringan kabel listrik tegangan ekstra tinggi 275 kV di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
PLN melakukan pemulihan bertahap dan berhasil menormalkan 199 dari total 540 penyulang yang terdampak di wilayah Medan serta melanjutkan perbaikan di sejumlah daerah lainnya.
Evaluasi dan Tuntutan Penguatan Sistem
Bobby Nasution menilai pemadaman listrik yang berlangsung hingga dua hari tersebut telah menimbulkan berbagai dampak di masyarakat dan menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi penting bagi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Ia juga menyoroti meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik untuk berbagai sektor termasuk kompor listrik, kendaraan listrik, dan transportasi umum berbasis listrik serta menekankan pentingnya penguatan sistem distribusi dan cadangan untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan layanan kesehatan.
General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf atas kejadian blackout tersebut serta menyatakan komitmen PLN untuk meningkatkan kesiapan pasokan listrik termasuk mendukung pelaksanaan Piala AFF U-19 pada 1 hingga 14 Juni 2026 di Sumatera Utara.
PLN juga memastikan perbaikan masih terus dilakukan di beberapa wilayah terdampak termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah serta memperkuat sistem agar tidak mengganggu kegiatan besar dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
- Penulis :
- Shila Glorya





