
Pantau - Kawasan China barat mulai berkembang menjadi pusat baru bisnis global seiring meningkatnya konektivitas perdagangan dan investasi internasional yang didukung jalur kereta barang China-Eropa serta Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru.
Perkembangan tersebut terlihat dalam Pameran Internasional Jalur Sutra ke-10 di Xi'an, Provinsi Shaanxi, yang diikuti hampir 200 perusahaan asing dari 64 negara dan kawasan.
Peserta pameran asal Iran, Mahdi Barid Olyaei, mengatakan China barat kini menjadi pasar baru yang menjanjikan bagi pelaku usaha internasional.
"Kami sebelumnya lebih banyak bekerja sama dengan para mitra di China timur. China barat merupakan pasar baru bagi kami. Kami berharap dapat lebih memahami kebiasaan konsumsi lokal dan memperluas kehadiran kami dengan terhubung langsung dengan pembeli serta menemukan lebih banyak mitra grosir melalui pameran ini," kata Olyaei.
Konektivitas Perdagangan Meningkat Pesat
China barat yang mencakup 72 persen wilayah daratan China dan dihuni 27 persen populasi negara itu kini semakin terbuka terhadap perdagangan global.
Pada kuartal pertama 2026, jalur kereta barang China-Eropa dari Xi'an mencatat 1.631 perjalanan atau naik 7,4 persen secara tahunan.
Waktu pengiriman juga semakin singkat dengan pengiriman tercepat menuju Jerman hanya memerlukan 10 hari dan Asia Tengah lima hari.
CEO perusahaan aluminium Rusia Rusal, Evgenii Nikitin, mengungkapkan perusahaannya telah membuka cabang di Xi'an karena kota tersebut menangani lebih dari 40 persen pengiriman aluminium perusahaan ke China melalui jalur kereta.
Investasi Asing Bidik Teknologi dan Industri Hijau
Selain perdagangan, perusahaan asing mulai melirik peluang industri teknologi dan pembangunan hijau di kawasan China barat.
Salah satu produk yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah satelit optik beresolusi tinggi milik Huantian Wisdom Technology Co., Ltd. dari Sichuan.
Kepala divisi bisnis internasional perusahaan, Ji Muye, mengatakan pihak Uzbekistan tertarik memanfaatkan layanan data satelit dan solusi teknis dari perusahaan tersebut.
"Para pejabat Uzbekistan tertarik untuk memanfaatkan kerangka kerja layanan kami guna menyediakan data satelit dan solusi teknis bagi negara mereka," ujarnya.
Pemerintah China juga memperkuat dukungan investasi asing melalui revisi katalog industri prioritas yang mulai berlaku Februari 2026 dengan fokus pada manufaktur mutakhir dan pembangunan hijau di wilayah tengah, barat, dan timur laut China.
Peneliti Akademi Ilmu Sosial China Pan Yuanyuan menilai perbedaan kebutuhan antara China timur dan barat membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan asing.
"Perusahaan dengan keunggulan yang berbeda dapat menemukan segmen pasar yang sesuai, dan ceruk pasar yang sangat terspesialisasi kerap menyimpan berbagai peluang bisnis yang tak terduga," tuturnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





