HOME  ⁄  Ekonomi

BPS Catat Sektor Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansi pada Triwulan I-2026 Meski Hadapi Tekanan Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPS Catat Sektor Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansi pada Triwulan I-2026 Meski Hadapi Tekanan Global
Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam acara The Forum di Jakarta, Selasa (27/5/2026). (sumber : ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor manufaktur Indonesia tetap berada di zona ekspansi pada Triwulan I-2026 dengan Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur sebesar 51,37 meski menghadapi dinamika ekonomi global dan geopolitik.

Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur di Atas Ambang Ekspansi

BPS menjelaskan bahwa indeks di atas 50 menunjukkan mayoritas pelaku usaha menilai kondisi bisnis lebih baik dibanding periode sebelumnya dan survei Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur Triwulan I-2026 melibatkan 8.561 perusahaan manufaktur sebagai sampel.

Pertumbuhan Industri Pengolahan dan Dinamika Subsektor

Pertumbuhan industri pengolahan pada Triwulan I-2026 tercatat 5,04 persen secara tahunan yang ditopang peningkatan aktivitas produksi di berbagai subsektor terutama industri mesin dan perlengkapan 21,93 persen, komputer barang elektronik dan optik 10,35 persen, serta barang galian bukan logam 9,12 persen, serta didorong kenaikan impor barang modal sebesar 14,27 persen yang mendukung investasi dan permintaan domestik.

Meski demikian tidak semua subsektor mengalami pertumbuhan positif dengan industri alat angkut terkontraksi 5,4 persen dan industri pengolahan tembakau turun 2,8 persen sementara komponen waktu pengiriman masih berada pada fase kontraksi akibat perlambatan selama Ramadan dan Idul Fitri sehingga BPS menilai pemulihan manufaktur belum merata dan perlu pembacaan data lebih rinci untuk mendukung kebijakan sektor riil yang lebih tepat sasaran.

Penulis :
Leon Weldrick