HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Yassierli Tegaskan Uang Saku Magang Nasional 2026 Ditanggung Penuh Pemerintah Tanpa Sharing Perusahaan Mitra

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menaker Yassierli Tegaskan Uang Saku Magang Nasional 2026 Ditanggung Penuh Pemerintah Tanpa Sharing Perusahaan Mitra
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (tengah) dalam jumpa pers di Kantor Kemnaker RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (sumber : ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa uang saku peserta Program Magang Nasional 2026 masih sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah tanpa pembagian biaya dengan perusahaan mitra.

Kementerian Ketenagakerjaan menyebut kebijakan ini berlaku pada tahap awal pelaksanaan program magang nasional bagi lulusan baru perguruan tinggi.

Yassierli menjelaskan bahwa besaran uang saku peserta mengacu pada upah minimum di wilayah masing-masing lokasi magang.

Ia menyampaikan bahwa acuan tersebut mengikuti upah minimum kota atau kabupaten maupun upah minimum provinsi yang berlaku.

Skema Pendanaan dan Keterlibatan Perusahaan

Pemerintah saat ini telah mendapatkan persetujuan anggaran serta kuota Program Magang Nasional 2026 sebanyak 150 ribu peserta.

Kementerian Ketenagakerjaan masih mengkaji kemungkinan kontribusi perusahaan mitra dalam pembiayaan uang saku pada tahap selanjutnya.

Yassierli mengungkapkan, "Iya, belum ada sharing dengan perusahaan mitra Magang Nasional. Uang sakunya sama sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi ada upah minimum kota/kabupaten atau upah minimum provinsi."

Pemerintah menekankan bahwa keterlibatan perusahaan diharapkan lebih intens melalui mekanisme mentorship dan evaluasi yang lebih mendalam.

Yassierli menyampaikan, "Tapi kita ingin keterlibatan dari perusahaan nanti lebih intens dan nanti mekanisme mentorship, mekanisme evaluasinya akan kita buat lebih dalam."

Pemerintah juga mendorong perusahaan memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta setelah program selesai sebagai bentuk pengakuan keterampilan.

Kuota dan Jadwal Pelaksanaan Magang Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan timeline pelaksanaan Magang Nasional 2026 yang menyasar lulusan baru perguruan tinggi.

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026 untuk tahap pertama pelaksanaan.

Tahap awal atau batch pertama direncanakan melibatkan sekitar 50 ribu peserta.

Menaker menyebut program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi fresh graduate untuk memperoleh pengalaman kerja dan peningkatan kompetensi melalui magang nasional.

Program Magang Nasional 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan kerja berbasis industri bagi tenaga kerja muda di Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick