
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi industri melalui program Master Trainer untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten guna mendukung percepatan industrialisasi nasional dan kebutuhan dunia usaha pada 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Penguatan SDM industri berbasis kebutuhan dunia kerja menjadi prioritas pemerintah dan pendidikan vokasi harus berjalan efektif melalui prinsip link and match yang berorientasi pada ruang produksi.
Penguatan Ekosistem Vokasi dan Kebutuhan Tenaga Kerja
Penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025 sementara industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada awal 2026.
Capaian tersebut menjadi dasar Kemenperin untuk memperluas program link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja global.
Kerja Sama Swisscontact dan Program Master Trainer ICT
Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan Pemerintah Swiss melalui Swisscontact dalam program Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).
Program tersebut diimplementasikan melalui pelatihan Master Trainer atau In-Company Trainer (ICT) yang berlangsung pada 18–25 Mei 2026 di Jakarta.
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi menyebut kerja sama dengan Swiss penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, budaya kerja industri, dan inovasi.
Program ICT berfungsi mentransfer kompetensi, membimbing pembelajaran berbasis industri, dan memastikan standar kompetensi diterapkan di dunia kerja.
Pelatihan selama delapan hari ini difokuskan pada penguatan ekosistem ICT untuk magang terstruktur di Banten, pengembangan jaringan Master ICT di Sumatera, serta penguatan kapasitas teknis penyedia layanan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sejak 2019, Kemenperin bersama Swiss telah melatih 1.310 ICT dan 139 Master ICT sebagai bagian dari komitmen penguatan SDM industri secara berkelanjutan.
Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menilai peningkatan kualitas dan jumlah ICT penting untuk mendukung pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri secara langsung.
- Penulis :
- Shila Glorya





