HOME  ⁄  Nasional

Aptisi dan Surge Luncurkan Internet Gratis Tanpa Kuota untuk 4.095 Kampus Swasta di Indonesia untuk Perkuat Tridharma Perguru

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Aptisi dan Surge Luncurkan Internet Gratis Tanpa Kuota untuk 4.095 Kampus Swasta di Indonesia untuk Perkuat Tridharma Perguru
Foto: Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Paristiyanti Nurwardani (kanan) dan Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak perusahaan Surge), Andi L. Bharata (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5/2026). (sumber : ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Pantau - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) bekerja sama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) meluncurkan program internet gratis tanpa kuota untuk 4.095 perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Distribusi Program dan Target Wilayah

Program ini ditargetkan menjangkau 1.334 kampus di Pulau Jawa hingga Oktober mendatang.

Wakil Ketua Aptisi, Paristiyanti Nurwardani menjelaskan bahwa perluasan program akan dilakukan secara bertahap ke perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi yang mencakup pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Sistem ini juga mendukung kegiatan penjaminan mutu internal dan eksternal, pelatihan, serta tata kelola perguruan tinggi.

Selain itu, platform ini memungkinkan pertukaran materi dan gagasan antar civitas akademika melalui basis data terintegrasi.

Teknologi Jaringan dan Dukungan Ekosistem Akademik

Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama, Andi L. Bharata menyebutkan bahwa layanan internet menggunakan jaringan fiber optik dengan kecepatan hingga 1 gigabit per detik.

Layanan tersebut diberikan tanpa kuota dan tanpa pembatasan pemakaian atau fair usage policy.

Sistem interkoneksi basis data juga memungkinkan perguruan tinggi saling berbagi sumber daya, termasuk modul pembelajaran digital antar kampus.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan dukungan terhadap program tersebut.

Brian Yuliarto menyatakan, "program ini merupakan terobosan penting untuk mempercepat perkembangan ekosistem akademik di Indonesia." ungkapnya.

Selain untuk kampus, penyedia layanan juga menawarkan paket internet khusus bagi dosen dan mahasiswa untuk digunakan di rumah dengan harga terjangkau.

Program ini diharapkan menjadi penguatan infrastruktur digital pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri telekomunikasi.

Penulis :
Arian Mesa