
Pantau - Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanenan gas metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman lapangan dan kolaborasi dengan pengelola TPA di berbagai daerah, termasuk di Malang.
Peneliti BRIN Sri Wahyono mengatakan teknologi pemanenan gas metana memanfaatkan peralatan sederhana untuk menghasilkan energi alternatif dari timbunan sampah.
"Teknologi ini memanfaatkan peralatan sederhana, seperti pipa, suction blower, dan unit pemurnian gas. Gas metana yang terkumpul dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun sumber energi untuk generator yang dimodifikasi agar dapat menghasilkan listrik dari gas metana TPA," ungkap Sri Wahyono.
Tahapan Pengembangan Teknologi
Pengembangan teknologi diawali dengan studi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik timbunan sampah dan kandungan gas metana di lokasi TPA.
Data hasil studi kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk memprediksi potensi gas metana dan menentukan titik optimal pemasangan sumur gas.
Sri Wahyono menjelaskan pemasangan sumur gas dilakukan secara horizontal maupun vertikal dengan jarak tertentu yang disesuaikan dengan kondisi timbunan sampah.
Tahapan pengembangan teknologi meliputi identifikasi potensi gas, penentuan lokasi sumur, pemasangan instalasi, pengaliran gas menggunakan suction blower, hingga proses pemurnian sebelum dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Dimanfaatkan untuk Memasak dan Pembangkit Listrik
Gas metana yang terkumpul dialirkan melalui jaringan pipa dan disedot menggunakan suction blower karena tekanan gas relatif rendah.
"Sebelum dimanfaatkan, gas terlebih dahulu dimurnikan untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida agar lebih aman digunakan," jelas Sri Wahyono.
Saat ini, gas metana hasil pemanenan dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan bakar memasak masyarakat sekitar serta operasional internal pengelola TPA.
Gas metana tersebut juga dapat digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik skala kecil, meskipun kestabilan pasokan masih menjadi tantangan.
"Teknologi ini sebenarnya sederhana, tetapi telah terbukti dapat dimanfaatkan di beberapa TPA dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Sri Wahyono.
- Penulis :
- Arian Mesa





