
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan mendorong pemerintah memperkuat kedaulatan digital nasional melalui pembangunan pusat data, cloud nasional, dan pengembangan ekosistem teknologi domestik karena Indonesia dinilai masih sangat bergantung pada infrastruktur digital asing.
Junico menyampaikan hal itu dalam RDPU Panja Ruang Digital Komisi I bersama pakar dan akademisi di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Indonesia Dinilai Tertinggal dalam Pengembangan Teknologi
Junico menilai Indonesia masih tertinggal jauh dalam pengembangan teknologi dan riset digital dibanding negara lain.
“Kita Indonesia hari ini secara kondisi yang real sudah sangat jauh tertinggal. Baik di dalam teknologinya, baik di dalam risetnya. Kita baru riset 40 miliar, sementara negara lain sudah berkali-kali lipat lebih besar,” ungkap Junico.
Ia menjelaskan tantangan kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga mencakup penguasaan data, model digital, hingga layanan cloud nasional.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat fondasi digital dasar sebelum mampu bersaing dalam perkembangan teknologi global.
Dorong Pusat Data dan Platform Digital Nasional
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti pentingnya pembangunan pusat data nasional yang lebih mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap layanan dan perangkat asing.
“Bagaimana kita bisa punya kedaulatan digital? Paling tidak kita bisa punya data sendiri dan mengurangi ketergantungan pada model maupun cloud asing,” katanya.
Junico menilai sejumlah negara seperti Korea Selatan, India, dan Turki telah berhasil membangun platform digital domestik sendiri, sementara Indonesia dinilai belum memiliki arah yang kuat dalam pengembangan ekosistem digital nasional.
Ia juga menyoroti minimnya investasi riset dan belum kuatnya political will sebagai faktor yang membuat pengembangan teknologi nasional berjalan lambat.
“Kalau kita tidak serius berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknologi, semakin lama kita akan semakin tertinggal dan hanya menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia,” pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





