
Pantau - Posisi Indonesia dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) dinilai belum kuat, dengan ketergantungan pada teknologi luar negeri yang masih mendominasi ekosistem digital nasional.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sarifah Ainun Jariyah, menilai arah pengembangan AI nasional belum menunjukkan kemandirian. Peran Indonesia masih bertumpu pada pemanfaatan teknologi yang dikembangkan di luar negeri.
Ia juga melihat kerangka regulasi belum memberi dorongan kuat bagi pertumbuhan industri AI dalam negeri. Pendekatan kebijakan masih bersifat normatif dan belum adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Secara garis besar saya melihat bahwa ada kekhawatiran yang sama. Salah satunya Indonesia masih menjadi pengguna teknologi asing dan regulasinya masih bersifat normatif dan reaktif,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi I DPR RI, Senin (25/5/2026).
Dalam forum tersebut, Sarifah menyoroti gagasan penguatan lembaga tata kelola AI nasional yang sebelumnya disampaikan oleh Wisnu Jatmiko, Guru Besar Universitas Indonesia.
Ia menekankan pentingnya desain kelembagaan yang tidak hanya independen, tetapi juga memiliki kewenangan nyata dalam pengawasan dan pengambilan keputusan.
“Pak Prof menyarankan agar lembaga tata kelola AI diberikan mandat audit dan posisi yang lebih kuat agar tidak hanya menjadi pemberi imbauan secara politis,” katanya.
Di sisi lain, ia mengingatkan potensi munculnya hambatan baru apabila lembaga tersebut berkembang menjadi struktur birokrasi tambahan. Kondisi itu dinilai dapat memperlambat laju inovasi di sektor digital.
“Apakah Prof melihat risiko jika lembaga ini menjadi terlalu birokratis sehingga justru menghambat kecepatan inovasi industri lokal?” lanjutnya.
Selain isu kelembagaan, Sarifah juga menyinggung tantangan di ruang digital, khususnya terkait penyebaran informasi yang tidak akurat dan konten bernuansa emosional.
“Kalau berita-berita hoaks atau berita-berita yang menguras emosi itu penyebarannya enam kali lebih cepat dibanding berita real,” tutupnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino





