HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026 Diklaim Serap 710 Ribu Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026 Diklaim Serap 710 Ribu Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pose bersama penerima manfaat usai meresmikan revitalisasi sekolah di Kota Sorong, Selasa (26/5/2026). (sumber: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan program revitalisasi sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana pendidikan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja melalui sistem swakelola yang melibatkan sekolah serta masyarakat setempat.

Pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026 melalui pola swakelola yang dinilai lebih efektif dan efisien.

"Dengan sistem swakelola, program ini berjalan lebih efektif, lebih cepat, lebih hemat, dan kualitas bangunannya juga bagus," ungkap Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menjelaskan setiap sekolah rata-rata melibatkan sekitar 10 pekerja dalam proses pembangunan sehingga program revitalisasi berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Jika target revitalisasi 71.744 sekolah tercapai pada 2026, program tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 710 ribu tenaga kerja.

Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan juga diproyeksikan menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja.

Program Revitalisasi Disebut Dorong Ekonomi Daerah

Abdul Mu'ti menyebut program revitalisasi sekolah turut menggerakkan ekonomi lokal karena kebutuhan pembangunan dipenuhi dari lingkungan sekitar.

"Program ini juga menggerakkan ekonomi lokal karena masyarakat tidak hanya bekerja, tetapi juga membeli kebutuhan pembangunan dari toko dan sumber daya yang ada di lingkungan setempat," katanya.

Pemerintah berharap revitalisasi sekolah dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.

Dalam kunjungan kerja di Sorong, Abdul Mu'ti bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong Septinus Lobat meresmikan sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun 2025.

Mereka juga menyerahkan bantuan revitalisasi sekolah untuk tahun 2026.

Untuk program revitalisasi 2025, Kabupaten Sorong menerima bantuan bagi 15 sekolah dengan total anggaran Rp22,67 miliar.

Kota Sorong menerima bantuan revitalisasi 2025 untuk 12 sekolah dengan nilai Rp4,94 miliar.

Pada program revitalisasi 2026, Kabupaten Sorong mendapat alokasi bantuan untuk 34 sekolah dengan nilai Rp16,59 miliar.

Kota Sorong memperoleh bantuan revitalisasi 2026 untuk lima sekolah dengan total anggaran Rp3,65 miliar.

Digitalisasi Pendidikan Menjangkau Wilayah Pedalaman Papua

Selain revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen terus memperluas program digitalisasi pendidikan hingga ke wilayah Papua dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Abdul Mu'ti mengatakan perangkat papan interaktif digital kini telah menjangkau sekolah-sekolah di pedalaman Papua meski pengirimannya harus menggunakan perahu untuk mencapai daerah sulit diakses.

"Ini menjadi bukti bahwa program digitalisasi pendidikan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan semua pihak," ujarnya.

Dalam agenda tersebut, Abdul Mu'ti meninjau proses pembelajaran menggunakan papan interaktif digital di SMK Negeri 1 Kota Sorong.

Ia juga berdialog dengan para guru mengenai pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Menurut Abdul Mu'ti, penggunaan perangkat digital mampu meningkatkan semangat belajar siswa dan mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.

"Pengawasan terhadap program revitalisasi dilakukan secara ketat melalui sistem pelaporan, pendampingan konsultan, serta pemeriksaan keuangan agar pelaksanaan pembangunan berjalan transparan dan akuntabel," ungkapnya.

Penulis :
Arian Mesa