HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Volatil pada Jumat Seiring Rebalancing MSCI dan Sentimen Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Volatil pada Jumat Seiring Rebalancing MSCI dan Sentimen Global
Foto: (Sumber : Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak volatil pada perdagangan Jumat seiring penyesuaian portofolio investor global menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI setelah penutupan pasar hari ini.

Rebalancing MSCI Berpotensi Picu Volatilitas Pasar

Pada pembukaan perdagangan Jumat, IHSG tercatat melemah 17,42 poin atau 0,28 persen ke level 6.112,77.

Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turun 10,51 poin atau 1,69 persen ke posisi 609,89.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai pergerakan IHSG masih berpotensi fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil,” ujarnya.

Ratna menjelaskan bahwa tanggal efektif rebalancing MSCI yang berlaku setelah penutupan perdagangan Jumat berpotensi mendorong penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global.

“Sehingga, dapat menyebabkan aksi jual masif terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI serta memicu kenaikan volatilitas pasar,” kata Ratna.

Insentif Kendaraan Listrik Jadi Sentimen Positif

Dari dalam negeri, pemerintah tengah membahas skema insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai nikel.

Salah satu opsi yang dikaji adalah pemberian fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah dengan besaran antara 40 persen hingga 100 persen.

Kendaraan listrik berbasis baterai nikel disebut berpeluang memperoleh insentif lebih besar dibandingkan baterai nonnikel.

Meski implementasinya ditunda sekitar satu bulan karena masih dalam tahap pembahasan, kebijakan tersebut dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten yang bergerak di sektor baterai kendaraan listrik.

Sentimen Global Didorong Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Dari pasar global, sentimen positif datang dari laporan mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama 60 hari.

Perkembangan tersebut dinilai mampu meredakan sementara risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah meski belum mendapat persetujuan final dari Presiden AS Donald Trump.

Harga minyak dunia juga bergerak variatif dengan tingkat volatilitas yang mulai menurun, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa saham Eropa ditutup melemah, sementara Wall Street mengakhiri sesi dengan penguatan pada indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham berlangsung beragam dengan indeks Nikkei dan Hang Seng menguat, sedangkan indeks Shanghai tercatat melemah pada perdagangan pagi.

Penulis :
Ahmad Yusuf