
Pantau - Kereta Api (KA) Gunung Jati semakin diminati masyarakat setelah berhasil melayani 204.280 pelanggan sepanjang Januari hingga April 2026, meningkat 45,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat 140.104 pelanggan.
KAI Sebut Kereta Jadi Pilihan Perjalanan yang Nyaman
KA Gunung Jati merupakan layanan kereta api kelas campuran yang melayani rute Jakarta, Cirebon, dan Semarang dalam satu siklus perjalanan setiap hari.
Rangkaian kereta berangkat dari Cirebon menuju Gambir, melanjutkan perjalanan ke Semarang Tawang melalui Cirebon, kemudian kembali ke Gambir sebelum berakhir di Cirebon.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata.
“Perjalanan dengan kereta api memberi kesempatan bagi pelanggan untuk menikmati perjalanan dengan lebih santai. Ketika tiba di tujuan, berbagai pengalaman baru sudah menunggu untuk dijelajahi, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga keindahan alam yang menjadi ciri khas setiap daerah,” ungkap Anne.
Menurutnya, konektivitas yang diberikan KA Gunung Jati membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat menuju berbagai kota di jalur Pantai Utara Jawa yang memiliki potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata yang terus berkembang.
Cirebon Jadi Daya Tarik Utama Wisatawan
Cirebon menjadi salah satu destinasi favorit yang dapat dijangkau melalui layanan KA Gunung Jati.
Wisatawan dapat mengunjungi Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, hingga Keraton Kaprabonan yang menyimpan nilai sejarah dan budaya.
Selain itu, kawasan Makam Sunan Gunungjati juga menjadi tujuan wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Destinasi alam seperti Pantai Kejawanan, Pantai Tirtamaya, Pantai Tirta Ayu Indramayu, Pantai Balongan Kesambi, Telaga Biru Cicerem, dan Jagara Eco Park turut menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Beragam kuliner khas seperti nasi jamblang, empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, mie koclok, docang, dan empal asem juga menjadi alasan banyak wisatawan kembali berkunjung ke Cirebon.
Anne menilai peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan semakin kuatnya hubungan antara sektor transportasi dan pariwisata daerah.
“Mungkin beberapa tahun dari sekarang, yang paling diingat bukanlah berapa lama perjalanan ditempuh, melainkan siapa yang menemani, tempat yang dikunjungi, makanan yang dicicipi, dan momen-momen sederhana yang terjadi sepanjang perjalanan. Dari sanalah kenangan lahir,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Sebab sebuah perjalanan yang menyenangkan sering kali berubah menjadi cerita yang terus hidup, dikenang, dan suatu hari dapat diceritakan kembali kepada anak dan cucu sebagai bagian dari pengalaman hidup yang berharga.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





