HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas Sebut Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing Komoditas Indonesia di Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bappenas Sebut Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing Komoditas Indonesia di Pasar Global
Foto: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengadakan Sosialisasi Nasional dan Diseminasi Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (sumber: Bappenas)

Pantau - Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menyatakan keberlanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Nasional dan Diseminasi Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB).

Teguh mengungkapkan, "Keberlanjutan kini menjadi faktor penting dalam pembangunan nasional, termasuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global."

Menurut Bappenas, pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan secara bersamaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

IYB merupakan instrumen dan inisiatif nasional yang dirancang untuk mendukung tata kelola pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten dan provinsi.

Melalui IYB, pemerintah berupaya mendorong pembangunan berkelanjutan, meningkatkan daya saing komoditas nasional, memperkuat tata kelola daerah, serta menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.

IYB Dorong Tata Kelola Berkelanjutan di Daerah

Teguh menekankan pentingnya integrasi data lintas sektor dalam pelaksanaan IYB.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, keterlibatan petani, asosiasi, dan sektor swasta dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi program.

Ia menegaskan, "Implementasi IYB dapat memperkuat kolaborasi, mendukung transparansi, meningkatkan daya saing, mendukung sistem produksi berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045."

Program IYB menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola komoditas perkebunan berkelanjutan melalui pendekatan yurisdiksi yang terintegrasi.

Pelaksanaan program tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dukungan Internasional untuk Pengembangan IYB

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Jarot Indarto, mengatakan IYB diharapkan menjadi instrumen sinkronisasi menuju tata kelola berkelanjutan.

Ia menyampaikan, "IYB diharapkan menjadi instrumen sinkronisasi menuju tata kelola berkelanjutan, memperkuat sistem pemantauan berbasis yurisdiksi, meningkatkan transparansi data, serta mendukung sistem produksi yang ramah lingkungan."

Dukungan terhadap pengembangan IYB juga datang dari Denis Chaibi yang menilai platform tersebut selaras dengan perkembangan standar keberlanjutan global.

Menurutnya, implementasi IYB dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

Perwakilan GIZ Indonesia, Karin Allgoewer, menyatakan keberlanjutan kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam sistem perdagangan global.

Ia menilai pasar global saat ini semakin menuntut transparansi, ketertelusuran rantai pasok, dan standar keberlanjutan yang jelas.

Dalam diskusi multipihak, para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya interoperabilitas data lintas sektor, integrasi sistem data, penguatan kapasitas pemerintah daerah, peningkatan kapasitas pekebun, harmonisasi kebijakan keberlanjutan, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.

IYB diharapkan mampu memperkuat tata kelola perkebunan berkelanjutan, meningkatkan akses pasar komoditas Indonesia, mendukung sistem produksi yang transparan dan inklusif, meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global, serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Arian Mesa