
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan komitmen menyiapkan arah pembangunan Indonesia setelah tahun 2030 di tengah transisi dari Sustainable Development Goals (SDGs) ke agenda Beyond 2030.
Komitmen tersebut berkaitan dengan berakhirnya periode SDGs pada tahun 2030 dan berkembangnya diskursus global mengenai agenda Beyond 2030.
Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Beyond 2030 menjadi agenda strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.
Tantangan tersebut mencakup krisis iklim, stagnasi ekonomi global, konflik geopolitik, serta disrupsi teknologi.
Komitmen Bappenas dalam Transisi SDGs ke Beyond 2030
Bappenas menyebut Indonesia memiliki pengalaman dalam pelaksanaan program pembangunan global sebelumnya seperti Millennium Development Goals (MDGs) dan SDGs.
Indonesia tercatat berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem, memperluas akses pendidikan dasar, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat pengelolaan lingkungan hidup.
Capaian SDGs Indonesia disebut mencapai sekitar 62 persen sebagai indikator kapasitas pembangunan berkelanjutan.
Fondasi Pembangunan dan Peran Indonesia di Tingkat Global
Bappenas menekankan tiga fondasi utama pembangunan yaitu kecukupan pangan, pendidikan yang memadai, dan jaminan kesehatan.
Ketiga fondasi tersebut dipandang sebagai dasar arah pembangunan Indonesia pasca-2030.
Rachmat Pambudy menyatakan Indonesia berperan sebagai bridge builder dalam diskursus pembangunan global.
Indonesia diharapkan menjembatani kepentingan negara maju dan negara berkembang melalui prinsip universalitas, inklusivitas, kemitraan, dan Leave No One Behind.
Bappenas menilai persiapan sejak dini diperlukan agar Indonesia siap menghadapi agenda Beyond 2030 dalam menghadapi dinamika pembangunan global ke depan.
Rachmat Pambudy menegaskan bahwa perumusan kebijakan lanjutan akan terus disiapkan untuk memastikan kesinambungan pembangunan nasional setelah 2030.
- Penulis :
- Shila Glorya





