HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan Perkuat Pengawalan Sentra Pangan Merauke untuk Antisipasi Dampak El Nino

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementan Perkuat Pengawalan Sentra Pangan Merauke untuk Antisipasi Dampak El Nino
Foto: (Sumber : Pompa air mengalirkan air dari saluran irigasi ke lahan sawah di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan. ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengawalan sentra pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian serta mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap ketahanan pangan nasional.

Kementan Turun Langsung Pantau Produksi Padi

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto mengatakan penguatan pengawalan dilakukan melalui pemantauan langsung di sejumlah kawasan produksi padi di Merauke.

“Kami terus memperkuat pengawalan sentra produksi pangan nasional di Merauke, Papua Selatan, guna menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika iklim yang terjadi,” kata Hermanto.

Pemantauan dilakukan di Kampung Yasamulya SP2, Kampung Waninggap Miraf SP5 di Distrik Tanah Miring, serta Kampung Sidomulyo di Distrik Semangga.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kementan, Dandim 1707/Merauke, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani setempat.

“Pengawalan lapangan ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar setiap potensi kendala produksi dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini sehingga produktivitas pertanian di sentra pangan Merauke tetap terjaga,” ungkapnya.

Hermanto menjelaskan hasil pemantauan menemukan adanya penurunan produksi di beberapa lokasi, namun kondisi tersebut tidak signifikan dan tidak sampai menyebabkan gagal panen total.

“Kami turun langsung untuk memetakan, jika memang terjadi penurunan produksi, apa penyebab utamanya. Setelah bersama-sama meninjau tiga lokasi tadi, memang ditemukan adanya penurunan produksi, namun kondisinya tidak signifikan dan bukan gagal panen total (puso),” ujarnya.

Mitigasi Hama dan Perkuat Infrastruktur Pertanian

Kementan menilai tingginya curah hujan pada musim rendengan berpotensi meningkatkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dapat memengaruhi produktivitas lahan pertanian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah memperkuat pengendalian hama terpadu, pendampingan petani, serta penyediaan sarana pengendalian yang sesuai dengan kondisi wilayah Merauke.

Selain itu, perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi, penggunaan varietas padi yang lebih adaptif terhadap genangan dan banjir, serta penerapan teknologi budidaya yang tahan perubahan iklim terus didorong.

“Teman-teman di lapangan sudah mulai mengonsolidasikan gerakan untuk memastikan serangan hama dapat diminimalisir ke depannya. Hama memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi sangat bisa dikendalikan agar tidak sampai terjadi ledakan kasus,” kata Hermanto.

Kementan optimistis sinergi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dapat menjaga produktivitas pertanian di Merauke sehingga mendukung target ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf