
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen seiring kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan energi, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, "Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,39 persen."
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen terhadap inflasi umum pada Mei 2026.
Komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi bulanan adalah cabai merah dengan andil 0,08 persen.
Minyak goreng dan bawang merah masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen.
Tomat menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.
Beras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Selain itu, bahan bakar rumah tangga turut menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.
Bensin dan tarif angkutan udara masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Komoditas Penahan Laju Inflasi
Sejumlah komoditas tercatat menahan laju inflasi pada Mei 2026.
Daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen.
Telur ayam ras menyumbang deflasi sebesar 0,05 persen.
Bawang putih memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.
Berdasarkan komponen inflasi bulanan, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil 0,14 persen terhadap inflasi umum.
Komoditas utama penyumbang inflasi pada komponen inti meliputi minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, serta pemeliharaan atau servis.
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dengan andil 0,10 persen.
Penyumbang utama inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah berasal dari bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin, dan solar.
Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil 0,04 persen.
Cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau menjadi komoditas utama penyumbang inflasi pada komponen harga bergejolak.
Inflasi Tahunan Tembus 3,08 Persen
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen.
IHK meningkat dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,94 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,43 persen terhadap inflasi tahunan.
Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar dalam kelompok tersebut meliputi ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi penyumbang inflasi tahunan dengan tingkat inflasi sebesar 10,35 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi sebesar 0,70 persen.
Kenaikan harga emas perhiasan menjadi pemicu utama inflasi pada kelompok tersebut.
Berdasarkan komponen tahunan, komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,59 persen dengan andil terbesar terhadap inflasi umum sebesar 1,66 persen.
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 2,07 persen dengan andil 0,40 persen.
Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 6,24 persen dengan andil 1,02 persen.
- Penulis :
- Arian Mesa





