HOME  ⁄  Ekonomi

TMAS Bagikan Dividen Rp228 Miliar dan Siapkan Capex Rp2,5 Triliun untuk Ekspansi 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

TMAS Bagikan Dividen Rp228 Miliar dan Siapkan Capex Rp2,5 Triliun untuk Ekspansi 2026
Foto: Jajaran direksi PT Temas Tbk (TMAS) dan jajaran direksi anak usaha TMAS dalam Paparan Publik seusai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa 02/05/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - PT Temas Tbk (TMAS) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp228 miliar atau setara Rp4 per lembar saham untuk tahun buku 2025.

Nilai dividen tersebut setara sekitar 40 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp553 miliar.

Direktur Utama TMAS Ricky Effendi mengungkapkan, "Untuk tahun buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan."

Perseroan juga menyatakan optimistis melanjutkan strategi bisnis yang telah ditetapkan untuk tahun 2026 guna mendukung pertumbuhan usaha.

Ekspansi Armada dan Pengembangan Infrastruktur

TMAS akan melanjutkan sejumlah langkah strategis pada 2026 yang meliputi penambahan armada baru, peremajaan armada, serta pengembangan kapal ramah lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, perseroan menambah netto tujuh kapal baru yang meningkatkan kapasitas angkutan sebesar 17 persen.

Armada TMAS kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati (deadweight tonnage/DWT) sebesar 464.701 ton.

Ricky mengatakan, "Selain itu, rata-rata usia kapal juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025."

Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026.

Alokasi utama capex tersebut mencakup pembelian kapal baru, peningkatan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Direktur Business Development TMAS Ganny Zheng mengatakan, "Sebagian besar capex akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan."

Target Pendapatan Tumbuh 27 Persen pada 2026

TMAS menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh lebih dari 27 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp4,34 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan ekspansi kapasitas yang telah dilakukan, membuka rute baru, serta meningkatkan load factor setiap kapal.

Pada tahun 2026, perseroan juga berkomitmen melanjutkan ekspansi armada untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan.

Ganny menegaskan, "Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional."

Perseroan saat ini tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.

TMAS juga terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperluas dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter.

Ganny mengungkapkan, "Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026. Selain itu, kami terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang."

Terkait perkembangan geopolitik global, TMAS terus mencermati berbagai dinamika internasional termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Perseroan menyatakan konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap bisnis perusahaan meski berpotensi memengaruhi volatilitas harga bahan bakar dan dinamika rantai pasok global.

Sepanjang tahun 2025, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun dan laba bersih sebesar Rp553 miliar.

Total aset perseroan meningkat menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025 yang mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang solid serta potensi pertumbuhan bisnis ke depan.

Penulis :
Arian Mesa