HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas Targetkan Ekonomi Digital Sumbang 12–13 Persen PDB pada 2029, Digitalisasi Berbagai Sektor Dipercepat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bappenas Targetkan Ekonomi Digital Sumbang 12–13 Persen PDB pada 2029, Digitalisasi Berbagai Sektor Dipercepat
Foto: Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rochmad Purnomo memberikan sambutan dalam acara diskusi di Jakarta, Selasa 2/6/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri untuk mencapai target kontribusi ekonomi digital sebesar 12–13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2029.

Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rochmad Purnomo menyampaikan target tersebut dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Saat ini ekonomi digital berkontribusi sebesar 6,8 persen terhadap PDB nasional.

Rolly mengungkapkan, "Tentunya kita perlu terus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital dalam negeri mengingat target kontribusi PDB ekonomi digital tahun 2029 adalah 12-13 persen."

Rolly menegaskan sektor digital kini telah menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Ia mengungkapkan, "Dengan nilai transaksi digital (GMV) setara Rp1.645 triliun (2025), sektor digital bukan lagi industri pelengkap, melainkan pilar utama ekonomi negara."

Digitalisasi Difokuskan ke Berbagai Sektor Strategis

Menurut Bappenas, percepatan digitalisasi perlu dilakukan secara luas di berbagai sektor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Salah satu sektor yang menjadi fokus percepatan digitalisasi adalah industri kreatif.

Selain itu, digitalisasi juga akan difokuskan pada sektor industri, UMKM, perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, energi, hingga media digital.

Rolly mengatakan, "Diperlukan percepatan digitalisasi sektor kreatif yang akan difokuskan pada sektor industri, UMKM, perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, energi, hingga media digital. Ini kita harus bergerak bersama."

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2045, transformasi digital diarahkan sebagai penggerak transformasi ekonomi dan transformasi tata kelola pemerintahan.

Akselerasi transformasi digital nasional bertumpu pada tiga pilar utama yakni Ekonomi dan Masyarakat Digital, Infrastruktur dan Konektivitas Digital, serta Pemerintahan Digital atau reformasi birokrasi berbasis digital.

GMV Indonesia Diproyeksikan Tembus 340 Miliar Dolar AS

Bappenas menilai sektor ekonomi digital telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai transaksi ekonomi digital atau Gross Merchandise Value (GMV) Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.645 triliun atau setara 99 miliar dolar AS.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 340 miliar dolar AS pada 2030.

Pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan berlangsung konsisten dengan laju dua digit yang didorong oleh sektor e-commerce dan media daring.

Rolly mengungkapkan, "GMV Indonesia di 2025 mencapai 99 miliar dolar AS dan diproyeksikan melonjak tajam hingga 340 miliar dolar AS pada 2030. Tumbuh konsisten secara double-digit, didorong oleh dominasi e-commerce dan media daring."

Bappenas juga menilai Indonesia memiliki fondasi ekosistem digital yang terus berkembang.

Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 235 juta jiwa.

Pengembangan ekosistem digital turut didukung oleh perluasan jaringan 5G dengan tingkat realisasi sinyal mencapai 142,57 persen.

Kecepatan fixed broadband di Indonesia kini mencapai 51,84 Mbps.

Rolly mengatakan, "Infrastruktur 5G sudah tersebar menjadi fondasi kokoh bagi ekosistem bisnis digital yang terus berkembang."

Bappenas menilai penguatan infrastruktur digital dan percepatan transformasi digital menjadi faktor penting untuk mencapai target kontribusi ekonomi digital terhadap PDB nasional pada 2029.

Penulis :
Leon Weldrick