HOME  ⁄  Ekonomi

Bandara Soekarno-Hatta Optimalkan Layanan Disabilitas dan Lansia untuk Sambut Kepulangan Jamaah Haji

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bandara Soekarno-Hatta Optimalkan Layanan Disabilitas dan Lansia untuk Sambut Kepulangan Jamaah Haji
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Sejumlah jamaah calon haji saat melakukan pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, sebelum manjalani keberangkatan ke Tanah Suci, Arab Saudi. (ANTARA/Azmi Samsul M).)

Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengoptimalkan layanan ramah disabilitas dan lansia selama fase kepulangan jamaah haji 2026 yang berlangsung pada 1–30 Juni melalui Terminal 2F.

Layanan tersebut disiapkan untuk memastikan puluhan ribu jamaah yang kembali dari Tanah Suci dapat menjalani proses kedatangan dengan aman, nyaman, dan lancar, khususnya bagi jamaah lanjut usia serta mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Kami memastikan seluruh fasilitas prioritas, petugas pelayanan, serta dukungan operasional siap memberikan layanan terbaik agar proses kedatangan berlangsung nyaman dan lancar,” ungkap General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi.

Fasilitas Khusus untuk Lansia dan Disabilitas

Heru menjelaskan sebagian besar jamaah yang kembali ke Indonesia merupakan lansia yang telah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Terminal 2F yang menjadi pusat layanan haji dan umrah telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti akses ramah disabilitas, kursi roda, area holding yang nyaman, serta petugas yang siap memberikan pendampingan sejak jamaah tiba hingga menuju asrama debarkasi.

“Sebagian jamaah yang kembali ke Tanah Air merupakan lansia yang telah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi,” ujarnya.

Proses Kedatangan Lebih Cepat

Bandara Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan juga melakukan penyempurnaan alur layanan kedatangan untuk mempercepat proses penanganan jamaah.

Melalui sistem layanan yang baru, jamaah kini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit sejak turun dari pesawat hingga naik ke bus menuju asrama haji.

Heru menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai penerbangan, Imigrasi, Bea dan Cukai, Karantina, AirNav Indonesia, serta instansi terkait lainnya guna memastikan pelayanan berjalan terintegrasi.

“Kami ingin memastikan para jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan pengalaman perjalanan yang baik. Semangat melayani sepenuh hati menjadi komitmen kami dalam setiap proses pelayanan, termasuk pada fase kepulangan haji tahun ini,” katanya.

Selama fase kepulangan haji 2026, Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan melayani kedatangan 34.853 jamaah yang tergabung dalam 84 kelompok terbang sebelum diberangkatkan menuju asrama debarkasi masing-masing.

Penulis :
Aditya Yohan