HOME  ⁄  Sepakbola

AS Pasang Alat Uji Ebola di Bandara Utama Jelang Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Pasang Alat Uji Ebola di Bandara Utama Jelang Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Virus Ebola. (Anadolu Agency/pri))

Pantau - Amerika Serikat melengkapi seluruh bandara utama dengan alat dan mekanisme pengujian Ebola sebagai langkah pencegahan menjelang pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar bersama Kanada dan Meksiko.

Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid AS Mehmet Oz mengatakan pemasangan perangkat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus Ebola melalui mobilitas internasional yang meningkat selama turnamen berlangsung.

"Kami dengan sengaja telah memasang alat dan mekanisme pengujian di bandara-bandara utama... yang akan dilewati orang-orang," kata Oz dalam konferensi pers Gedung Putih, Selasa.

Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim nasional.

Pemerintah AS Perkuat Pengawasan Kesehatan

Oz menyatakan optimistis pemerintah mampu mencegah penyebaran Ebola ke wilayah Amerika Serikat melalui sistem pengawasan kesehatan yang diperkuat.

Ia juga menyampaikan kepercayaan kepada Direktur Institut Kesehatan Nasional Jay Bhattacharya dalam menangani ancaman penyakit menular tersebut.

"Saya sangat percaya pada kemampuan Jay. Dia seorang ilmuwan brilian dan tahu banyak tentang virus... Dia orang yang berani yang akan mengambil keputusan yang tepat dan transparan," ujarnya.

Langkah ini dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 15 Mei 2026.

Ratusan Kasus Ebola Terdeteksi di Afrika

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan hingga 31 Mei 2026 terdapat 210 kasus Ebola yang telah terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo dengan 17 kematian.

Selain itu, sekitar 350 kasus suspek masih dalam proses penyelidikan dan 16 tenaga kesehatan dilaporkan terinfeksi.

Ebola merupakan penyakit mematikan yang awalnya ditularkan dari hewan liar seperti kelelawar dan primata kepada manusia.

Penularan kemudian dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, organ, atau benda yang terkontaminasi dari penderita.

PBB memperkirakan tingkat kematian rata-rata akibat Ebola mencapai 50 persen dan dalam beberapa wabah sebelumnya pernah menyentuh angka 90 persen.

Wabah Besar Pernah Tewaskan Ribuan Orang

Virus Ebola pertama kali ditemukan pada 1976.

Wabah terbesar dan paling kompleks terjadi di Afrika Barat pada periode 2014 hingga 2016.

Menurut WHO, lebih dari 28.600 orang terinfeksi selama wabah tersebut dan 11.325 orang meninggal dunia.

Pemerintah Amerika Serikat kini berupaya memastikan perhelatan Piala Dunia 2026 dapat berlangsung aman di tengah meningkatnya kewaspadaan global terhadap penyebaran Ebola.

Penulis :
Aditya Yohan