
Pantau - Indonesia dan Malaysia akan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral guna menghadapi meningkatnya gangguan rantai pasok global melalui Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-17 yang digelar di Jakarta pada 4 Juni 2026.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan akan memimpin delegasi negaranya dalam pertemuan tersebut dan didampingi para pejabat senior dari berbagai instansi pemerintah terkait.
JCBC ke-17 akan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Fokus Jaga Ketahanan Ekonomi Dua Negara
Di tengah meningkatnya gangguan terhadap rantai pasok global, pertemuan ini akan memprioritaskan penguatan kerja sama ekonomi Malaysia dan Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonomi kedua negara.
Malaysia akan mendorong pembahasan langkah-langkah konkret guna mengurangi dampak guncangan eksternal terhadap perdagangan, keamanan energi, pasokan pangan, serta ketersediaan bahan baku strategis bagi industri.
Agenda pertemuan juga akan memberikan perhatian khusus pada fasilitasi perdagangan dan investasi serta penguatan keterhubungan rantai pasok lintas batas.
Selain itu, kedua negara akan membahas kerja sama di sektor energi dan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan ekonomi global.
Sebelum pertemuan tingkat menteri berlangsung, kedua negara telah menggelar Pertemuan Pejabat Senior (Senior Officials’ Meeting atau SOM) sebagai bagian dari persiapan agenda JCBC.
Bahas Perbatasan hingga Industri Halal
Selain isu ekonomi, Indonesia dan Malaysia juga diperkirakan membahas sejumlah isu strategis lain yang menjadi kepentingan bersama.
Topik yang akan dibahas meliputi delimitasi batas maritim, demarkasi batas darat, lintas batas dan perdagangan perbatasan, serta kerja sama industri halal.
Kedua negara juga akan membicarakan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, pengelolaan lingkungan, serta penanggulangan bencana.
Pertemuan JCBC ke-17 merupakan tindak lanjut dari Konsultasi Tahunan ke-13 antara Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Republik Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 29 Juli 2025.
Hasil pertemuan ini juga akan menjadi landasan dalam menentukan arah pembahasan pada Konsultasi Tahunan ke-14 yang akan diselenggarakan Malaysia pada akhir 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





