HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan Perkuat Serapan dan Distribusi untuk Jaga Harga Telur Peternak Tetap Stabil

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementan Perkuat Serapan dan Distribusi untuk Jaga Harga Telur Peternak Tetap Stabil
Foto: (Sumber : Arsip foto - Komoditas telur ayam ras yang dijual pedagang di Pasar Grogol Jakarta. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mengawal stabilitas harga telur ayam ras melalui penguatan penyerapan produksi, perbaikan distribusi, dan penataan pasokan di berbagai sentra produksi nasional guna menjaga harga tetap layak bagi peternak rakyat.

"Pemerintah mengambil berbagai langkah untuk memperkuat pasar dan memperlancar distribusi telur dari daerah surplus ke daerah yang masih membutuhkan pasokan," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda.

Menurut Agung, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya harga telur di sejumlah sentra produksi setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menjelaskan tekanan harga sebelumnya dipicu oleh kombinasi peningkatan pasokan, perlambatan serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah wilayah produksi.

Kementan Dorong Penyerapan Lewat Program MBG

Sebagai upaya memperkuat pasar, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengirim surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Mei 2026 untuk mendorong peningkatan penggunaan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, mengutamakan pembelian dari peternak lokal di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta pelaksanaan pembelian sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti BGN melalui Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong penyerapan telur dari peternak lokal sesuai harga acuan pemerintah.

Selain itu, Ditjen PKH juga menerbitkan surat imbauan kepada pelaku usaha ayam ras petelur agar mengatur produksi secara mandiri, melakukan afkir ayam secara teratur, serta mengendalikan pengembangan populasi sesuai kemampuan serapan pasar.

Pemerintah Kawal Harga di Sentra Produksi

Perkembangan harga telur menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang digelar di Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6) dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

"Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai program bantuan pangan ketika terjadi tekanan harga di tingkat produsen.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan harga telur mulai membaik seiring normalnya aktivitas pasar, meningkatnya penyerapan, dan membaiknya distribusi.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy mengungkapkan pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BGN untuk memperkuat penyerapan telur sesuai Harga Acuan Pembelian sebesar Rp26.500 per kilogram.

Menurut Sarwo, langkah tersebut dilakukan setelah harga telur di sejumlah daerah di Jawa Timur sempat turun hingga Rp21.000–Rp22.000 per kilogram.

Pemerintah menegaskan penguatan distribusi, penyerapan, dan tata niaga telur akan terus dilakukan agar stabilisasi harga dapat dirasakan langsung oleh peternak maupun konsumen.

Penulis :
Aditya Yohan