HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Dorong Ekspor Pangan Indonesia ke Arab Saudi Lewat Pasar Katering Haji dan Umrah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Dorong Ekspor Pangan Indonesia ke Arab Saudi Lewat Pasar Katering Haji dan Umrah
Foto: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat meninjau Uhud Taiba for Catering di Madinah (sumber: Kemenhaj)

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, mendorong perluasan ekspor komoditas pangan nasional ke Arab Saudi untuk mendukung kebutuhan rantai pasok katering jamaah haji Indonesia, Kamis (4/6/2026).

Peluang pengembangan ekspor tersebut muncul saat Tim Amirul Hajj melakukan peninjauan ke dua penyedia layanan konsumsi jamaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering.

Dalam kunjungan itu, pemerintah tidak hanya memantau kualitas layanan konsumsi bagi jamaah haji, tetapi juga menilai potensi penggunaan lebih banyak komoditas pangan asal Indonesia dalam operasional katering di Tanah Suci.

Komoditas Indonesia Berpeluang Masuk Lebih Besar

Irfan Yusuf mengatakan Indonesia memiliki berbagai komoditas yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jamaah haji.

Komoditas tersebut meliputi beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan berbagai jenis bumbu masakan.

"Indonesia memiliki berbagai komoditas yang menjadi bagian dari konsumsi jamaah haji," ungkap Irfan Yusuf.

Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Arab Saudi melalui sektor katering haji dan umrah.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian bahan pangan yang digunakan di dapur katering saat ini sebenarnya berasal dari Indonesia.

Namun, produk tersebut belum sepenuhnya tercatat sebagai produk Indonesia karena masuk melalui negara lain atau dipasarkan dengan merek negara lain.

Santan dan ikan patin menjadi contoh komoditas yang diduga berasal dari Indonesia tetapi belum tercatat sebagai produk nasional di pasar Arab Saudi.

Pemerintah menilai kondisi tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan identitas sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

Tantangan Logistik dan Regulasi Masih Dihadapi

Selain peluang pasar yang besar, pemerintah juga mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam meningkatkan ekspor pangan ke Arab Saudi.

Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya logistik dan transportasi.

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi produk pangan.

Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim berbagai komoditas Indonesia, termasuk beras dan bumbu masakan, untuk kebutuhan katering haji.

Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal karena biaya pengiriman yang tinggi serta situasi kawasan yang belum sepenuhnya stabil.

Irfan menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyediakan seluruh komoditas yang dibutuhkan.

"Indonesia sebenarnya mampu menyediakan seluruh komoditas yang dibutuhkan, tinggal menyesuaikan dengan standar dan regulasi yang berlaku di Arab Saudi," ujarnya.

Pemerintah juga membuka kemungkinan memasukkan ketentuan penggunaan komoditas pangan Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji guna memberikan kepastian pasar bagi produk nasional.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum dapat diterapkan sepenuhnya.

Pemerintah akan terus mengevaluasi berbagai mekanisme yang memungkinkan peningkatan penggunaan produk Indonesia dalam layanan katering haji.

Irfan berharap kondisi geopolitik Timur Tengah semakin stabil dan rantai logistik global membaik sehingga biaya distribusi menjadi lebih efisien.

Pemerintah menilai sektor katering haji dan umrah di Arab Saudi merupakan pasar strategis yang dapat memperkuat ekspor pangan Indonesia sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.

Penulis :
Shila Glorya