
Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka kesempatan bagi sekitar 5.000 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa sawit yang mencakup biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul di sektor sawit.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kami membangun SDM sawit yang unggul. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku selama masa pendidikan,” ujar Helmi.
BPDP Dorong Hilirisasi Produk Sawit
Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk berbasis sawit melalui hasil riset yang telah dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
“Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen,” kata Helmi dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit di Karawang, Jawa Barat.
Menurutnya, sejumlah hasil riset sawit telah dikomersialisasikan oleh pelaku UMKM.
Helmi menyebut laman BPDP memuat sekitar 100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Ia mencontohkan mahasiswa asal Sumatera Barat yang berhasil mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga menembus pasar ekspor Asia Selatan.
Generasi Muda Didorong Bangun Usaha Sawit
Ketua Pelaksana Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit Qayuum Amri mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberi pemahaman yang lebih utuh mengenai potensi industri sawit kepada generasi muda.
“Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda,” ujarnya.
Karawang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki ekosistem industri yang kuat meski bukan sentra perkebunan sawit.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Karawang Dindin Rachmadhy mengatakan wilayahnya memiliki lebih dari 311 ribu UMKM yang tersebar di 30 kecamatan.
“Karena itu, kami terus memperkuat dukungan bagi UMKM, termasuk melalui peningkatan anggaran yang kini mencapai Rp13 miliar,” katanya.
Menurut Dindin, sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit sehingga peluang pengembangan produk turunan sawit masih terbuka luas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





