
Pantau - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengucurkan pinjaman lunak sebesar Rp17 miliar melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mendukung pengembangan unit usaha koperasi dan peningkatan kapasitas produksi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Pembiayaan tersebut diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pabrik sekaligus mendukung pengembangan usaha koperasi yang bergerak di sektor produksi dan industri pengolahan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan dukungan itu saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dan Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat di Desa Kras, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Ia mengungkapkan, "Kami memberikan dukungan pembiayaan melalui lembaga pengelola dana bergulir untuk kegiatan pengolahan. Mesin dibutuhkan di sini."
Dukungan untuk Pabrik Kecap dan Industri Pengolahan
Ferry mengatakan pemerintah sangat mendukung koperasi yang bergerak di sektor produksi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor produksi nasional.
Kementerian Koperasi juga terus mendorong koperasi kembali berperan aktif di sektor produksi dan industri pengolahan guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Ia mengungkapkan, "Dan dalam waktu dekat ini, hasil akhir yang ada di sini berupa gula merah itu akan digunakan menjadi bahan baku. Koperasi Konsumen Kana akan mendirikan pabrik kecap."
Pemerintah memberikan pinjaman bunga lunak untuk mendukung pembangunan pabrik kecap tersebut dengan dana tahap awal sebesar Rp17 miliar.
Kementerian Koperasi juga membuka peluang tambahan pembiayaan apabila pembangunan pabrik baru berjalan dan kebutuhan investasi meningkat.
Ferry menyebutkan Kementerian Koperasi mengalokasikan dana pembiayaan sekitar Rp2 triliun setiap tahun untuk mendukung sektor riil, sektor produksi, dan pengembangan usaha koperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah juga mendorong koperasi mendirikan berbagai industri pengolahan seperti pabrik kecap, pabrik saus, pabrik sambal, dan industri pengolahan lainnya yang dapat dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kapasitas Produksi Gula Merah Ditargetkan Meningkat
Ketua Koperasi Pemasaran Kana, Jonathan Danang Wardhana, mengatakan dukungan pemerintah memberikan dorongan besar bagi perkembangan koperasi.
Ia mengungkapkan, "Kami terima kasih atas dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Koperasi, kemudian LPDB Koperasi, supaya istilahnya naik kasta, tidak dipandang sebelah mata, tapi koperasi bisa bersaing dengan industri besar lainnya."
Jonathan menjelaskan produk utama koperasi saat ini adalah gula merah dengan kapasitas produksi mencapai 50 ton per hari.
Produksi tersebut masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Timur.
Dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi 100 ton hingga 150 ton per hari.
Gula merah yang dihasilkan nantinya tidak hanya dipasarkan ke masyarakat tetapi juga digunakan sebagai bahan baku produksi kecap.
Ketua Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, Desi Permatasari, menyambut positif kerja sama yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tebu PT Indogula Jayabaya tahap II.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi antara petani dan pelaku ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat sektor koperasi, serta mendukung pertumbuhan industri gula nasional.
Ferry juga memberikan apresiasi kepada koperasi yang mampu menyerap hasil tebu petani karena dinilai menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat antara petani dan koperasi.
Program pembiayaan ini diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui industri pengolahan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





