HOME  ⁄  Nasional

Kodim 1705/Nabire Bangun Tujuh Koperasi Desa Merah Putih, SP2 Kalisemen Capai Progres 90 Persen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kodim 1705/Nabire Bangun Tujuh Koperasi Desa Merah Putih, SP2 Kalisemen Capai Progres 90 Persen
Foto: Dandim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto (sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Kodim 1705/Nabire membantu pembangunan tujuh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah kampung di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga Agustus 2026.

Informasi tersebut disampaikan Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto di Nabire, Sabtu (6/6/2026).

Ia mengungkapkan, "Saat ini ada tujuh KDMP yang sementara dalam proses pembangunan. Progres masing-masing berbeda, tetapi yang paling tinggi berada di SP2 Kalisemen yang sudah mencapai sekitar 90 persen."

Tujuh KDMP yang sedang dibangun berlokasi di Kampung SP1 Bumi Raya, Kampung SP2 Kalisemen, Kampung Wanggar, Kampung Wanggar Makmur, Kampung Wiraska, serta dua unit di Kampung Lagari.

Program pembangunan KDMP merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya dibantu seluruh Kodim di Indonesia untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kampung.

Progres Pembangunan dan Peran TNI

Seluruh KDMP saat ini masih berada dalam tahap pembangunan dengan tingkat progres yang berbeda-beda.

Lokasi dengan progres tertinggi berada di Kampung SP2 Kalisemen dengan capaian pembangunan sekitar 90 persen.

Letkol Arh Dwi Palwanto mengatakan, "Kami diperintahkan untuk membantu membangun. Nanti masyarakat yang menikmati dan memanfaatkan keberadaan koperasi tersebut."

TNI dalam program ini bertugas membantu pembangunan fisik koperasi, sementara setelah selesai dibangun koperasi akan dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Proses pembangunan juga diawasi oleh masyarakat setempat, kepala kampung, dan pihak Agrinas untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Persyaratan dan Peluang Penambahan Lokasi

Tidak semua koperasi dapat langsung memperoleh bantuan pembangunan KDMP karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satu syarat utama adalah tersedianya lahan minimal seluas 600 meter persegi atau setara dengan ukuran 20 x 30 meter.

Selain lahan, ketersediaan infrastruktur pendukung seperti pasokan listrik yang memadai juga menjadi syarat penting.

Letkol Arh Dwi Palwanto menjelaskan, "Contohnya di Topo, kami ingin sekali membangun di sana. Namun listrik belum tersedia selama 24 jam sehingga belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan."

Menurutnya, sejumlah koperasi lain telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan KDMP, namun pemerintah pusat sementara membatasi pembangunan di Nabire hanya pada tujuh lokasi hingga Agustus 2026.

Setelah Agustus 2026, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terhadap program tersebut yang berpotensi membuka peluang penambahan lokasi pembangunan di wilayah Nabire.

Ia menambahkan, "Kemungkinan nanti ada beberapa penyesuaian atau perubahan spesifikasi dari pusat, misalnya terkait luas lahan yang tidak harus 600 meter persegi."

Kodim 1705/Nabire berharap pembangunan tujuh KDMP dapat segera diselesaikan sehingga keberadaannya dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kampung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nabire.

Penulis :
Shila Glorya