
Pantau - Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana meminta pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan yang lebih rinci dan transparan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) guna menjaga kepercayaan investor dan mengurangi ketidakpastian di pasar modal.
Menurut Elvi, keterbukaan informasi diperlukan agar investor dan pelaku pasar memperoleh kepastian di tengah tekanan yang sedang terjadi pada pasar saham domestik.
Ia menilai penjelasan yang selama ini disampaikan regulator terkait kombinasi faktor domestik dan global masih perlu dilengkapi dengan uraian yang lebih spesifik.
Dengan informasi yang lebih detail, masyarakat dan pelaku pasar diharapkan dapat memahami penyebab pelemahan IHSG secara lebih menyeluruh.
Elvi meminta pemerintah dan regulator menjelaskan secara terbuka berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, mulai dari kondisi ekonomi domestik, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, sentimen investasi, hingga perkembangan situasi geopolitik global.
Menurutnya, penyampaian informasi yang lebih terukur dapat membantu menjaga kepercayaan investor sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku pasar.
Ia juga menilai transparansi yang lebih baik berpotensi mengurangi ketidakpastian yang kerap memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Elvi menegaskan, "Kepercayaan investor adalah aset yang sangat berharga. Ketika kepercayaan itu terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasar modal, tetapi juga oleh perekonomian nasional secara keseluruhan."
Selain peningkatan transparansi, Elvi merekomendasikan pemerintah menyiapkan kebijakan yang dapat mendukung stabilitas pasar keuangan dan memperkuat iklim investasi.
Ia menilai respons pemerintah yang cepat dan terukur dapat membantu memulihkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Elvi juga mendorong Komisi XI DPR RI untuk terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah maupun regulator dalam merespons dinamika pasar modal.
Menurutnya, kepercayaan investor merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas pasar keuangan sehingga transparansi, akuntabilitas, dan kepastian kebijakan perlu terus diperkuat.
Pernyataan Elvi disampaikan di tengah pelemahan IHSG yang masih terjadi di pasar modal Indonesia.
Dalam perkembangan sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan kurs rupiah dan IHSG tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia.
OJK juga menyatakan fundamental pasar dan kinerja emiten masih tetap baik meskipun pasar sedang mengalami tekanan.
Regulator mencatat pasar saham domestik mengalami fase tekanan dan konsolidasi sepanjang Mei 2026.
Sejumlah analis menilai investor tengah melakukan repricing dan mengurangi eksposur pada aset berisiko seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan tingginya suku bunga global.
Elvi berharap pemerintah dan OJK dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif agar pelaku pasar memperoleh kepastian dan sentimen investasi dapat kembali membaik.
- Penulis :
- Gerry Eka





