HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas Perkuat Akses Air Bersih di NTT Lewat Kolaborasi dan Data Partisipatif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bappenas Perkuat Akses Air Bersih di NTT Lewat Kolaborasi dan Data Partisipatif
Foto: (Sumber : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melalui Sekretariat Nasional Open Government Indonesia bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTT, Solar Chapter, dan Wahana Visi Indonesia mengadakan Forum Diskusi Dari Data ke Aksi: Memperkuat Layanan Air Bersih Desa Melalui Kolaborasi Multipihak di Menara Bappenas, Jakarta, Senin (18/05/2026). ANTARA/HO- (Bappenas).)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berkomitmen meningkatkan layanan akses air bersih di desa-desa tertinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kolaborasi multipihak dan pemanfaatan data partisipatif berbasis lapangan.

Komitmen tersebut dijalankan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTT, Solar Chapter, dan Wahana Visi Indonesia.

Data Lapangan Jadi Dasar Perencanaan

Direktur Hubungan Luar Negeri Kementerian PPN/Bappenas Maharani Putri Samsu Wibowo mengatakan upaya peningkatan layanan air bersih didukung oleh platform data partisipatif Mengalir.co.

“Upaya tersebut didukung oleh platform data partisipatif, Mengalir.co, serta mendorong pemanfaatan dan penguatan data berbasis lapangan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program air bersih di daerah,” ujar Maharani.

Platform Mengalir.co mengintegrasikan laporan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait kondisi layanan air bersih di wilayah NTT.

Berdasarkan data per Mei 2026, sebanyak 359 dari 764 desa atau sekitar 46,98 persen memiliki cakupan layanan air bersih di bawah 25 persen.

Selain itu, terdapat 243 desa atau 31,58 persen yang belum memiliki layanan air bersih memadai.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 desa mengalami sistem air yang tidak berfungsi, sementara 71 desa belum memiliki infrastruktur air sama sekali.

Kolaborasi Didorong Percepat Pemerataan Layanan

Temuan tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat tata kelola dan efektivitas program penyediaan air bersih agar dapat menjangkau masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Solar Chapter Mustika Wijaya mengatakan seluruh data dari berbagai sumber kini terintegrasi dalam satu platform yang dapat diakses oleh berbagai pihak.

“Laporan partisipatif warga, data pemerintah daerah, dan hingga survei lapangan semua terintegrasi di satu platform yang bisa diakses oleh siapapun, baik dari pemerintah, NGO (Non-Governmental Organization), ataupun masyarakat itu sendiri,” ujar Mustika.

Menurutnya, data yang terintegrasi dapat menjadi dasar koordinasi dan penyelarasan berbagai program penyediaan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Saat ini, platform Mengalir.co telah menyediakan data tervalidasi dari 764 desa di NTT sebagai acuan perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait layanan air bersih.

Penulis :
Ahmad Yusuf