HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342,14, Tekanan Domestik dan Geopolitik Membayangi Pasar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342,14, Tekanan Domestik dan Geopolitik Membayangi Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026, di tengah tekanan sentimen negatif dari faktor domestik dan global.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 30,67 poin atau 5,50 persen ke level 527,08.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan tekanan jual masih berlanjut akibat kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Ia mengungkapkan, "Tekanan jual berlanjut akibat faktor negatif dari global dan domestik."

Sentimen Domestik dan Konflik Timur Tengah Tekan Pasar

Ratna mengatakan pasar domestik masih dibayangi menurunnya kepercayaan investor yang turut memengaruhi pergerakan IHSG.

Dari sisi global, konflik antara Iran dan Israel menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Serangan yang saling dilakukan kedua negara dinilai mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang masih rapuh.

Ketegangan geopolitik tersebut mendorong harga minyak mentah dunia naik lebih dari 4 persen.

Kenaikan harga minyak meningkatkan risiko inflasi yang lebih tinggi di berbagai negara.

Kondisi itu juga berpotensi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Meningkatnya tensi geopolitik turut memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish sepanjang sisa tahun 2026.

Bursa saham Asia juga melemah mengikuti koreksi pasar saham Wall Street.

Tekanan pasar global terutama dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan koreksi saham-saham sektor teknologi.

Ratna mengungkapkan, "Potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level 5.100."

Seluruh Sektor Melemah dan Aktivitas Transaksi Tinggi

IHSG dibuka langsung di zona negatif sejak awal perdagangan.

Pelemahan berlanjut sepanjang sesi pertama perdagangan.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan pasar.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan.

Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 6,47 persen.

Sektor industri turun 6,00 persen.

Sektor transportasi dan logistik melemah 5,43 persen.

Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain GRIA, FORU, ASPR, TPIA, dan PSDN.

Saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain ENAK, PTSN, GPSO, TNCA, dan ANJT.

Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.215.560 kali.

Volume perdagangan mencapai 32,52 miliar lembar saham.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp21,74 triliun.

Sebanyak 78 saham menguat pada perdagangan hari itu.

Sebanyak 661 saham melemah.

Sebanyak 771 saham bergerak stagnan.

Sebagai tambahan, bursa regional Asia juga ditutup di zona merah dengan Nikkei 225 turun 3,74 persen ke 64.096,00, Shanghai Composite Index melemah 1,70 persen ke 3.959,34, Hang Seng Index turun 1,22 persen ke 24.657,06, dan Straits Times Index terkoreksi 1,65 persen ke 4.963,67.

Penulis :
Arian Mesa