
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merancang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, "Postur makro fiskal tahun 2027 didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen PDB."
Rentang defisit tersebut akan ditopang oleh target pendapatan negara sebesar 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB.
Sementara itu, belanja negara pada tahun 2027 dirancang berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.
Strategi Meningkatkan Penerimaan Negara
Pemerintah akan terus melakukan optimalisasi penerimaan negara melalui perluasan basis penerimaan guna mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan.
Peningkatan nilai tambah melalui pengolahan sumber daya alam yang lebih baik menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah.
Penguatan sistem perpajakan juga menjadi strategi utama untuk meningkatkan penerimaan negara.
Sistem perpajakan akan disesuaikan agar lebih adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi.
Pemerintah akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pemanfaatan teknologi.
Analisis big data akan digunakan untuk memperkuat efektivitas pengawasan perpajakan sekaligus memperluas basis perpajakan.
Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi tersebut mampu mengoptimalkan potensi penerimaan negara secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah tetap akan memberikan insentif fiskal kepada sektor-sektor strategis secara terarah, selektif, dan terukur.
Prioritas insentif akan diberikan kepada sektor yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional.
Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan berbasis sumber daya alam.
Pemerintah juga akan meningkatkan tata kelola penerimaan negara agar lebih transparan dan akuntabel.
Inovasi layanan publik akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pengawasan dan penegakan hukum akan diperkuat guna mendukung peningkatan penerimaan negara.
Pemerintah juga akan mengoptimalkan penagihan piutang negara untuk memaksimalkan seluruh potensi penerimaan yang tersedia.
Fokus pada Kualitas dan Efektivitas Belanja Negara
Dari sisi belanja negara, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas belanja agar lebih produktif.
Langkah yang dilakukan meliputi efisiensi anggaran dan refocusing program.
Pemerintah ingin memastikan alokasi anggaran lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Efektivitas belanja pemerintah pusat dan daerah juga akan terus ditingkatkan.
Peningkatan efektivitas tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Harmonisasi belanja pusat dan daerah menjadi salah satu fokus dalam penyusunan APBN 2027.
Pemerintah berharap desain fiskal tersebut dapat menjaga kesehatan APBN sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Rancangan defisit pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen PDB menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlanjutan fiskal negara.
- Penulis :
- Arian Mesa





