HOME  ⁄  Ekonomi

Dispar Kaltim Ajak Masyarakat Nikmati Wisata Air Panas Karst Unik di Berau

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dispar Kaltim Ajak Masyarakat Nikmati Wisata Air Panas Karst Unik di Berau
Foto: (Sumber : Pengunjung mendokumentasikan lokasi wisata Air Panas Asin Pemapak, Berau. ANTARA/Ahmad Rifandi.)

Pantau - Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mengajak masyarakat berkunjung ke destinasi Air Panas Asin Pemapak di Desa Biatan Bapinang, Kabupaten Berau, yang menawarkan sumber air panas dari resapan batuan karst dengan karakteristik rasa asin.

Air Panas Karst Jadi Daya Tarik Wisata Berau

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan masyarakat tidak perlu bepergian ke luar daerah untuk menikmati wisata air panas karena Berau memiliki destinasi dengan keunikan tersendiri.

“Orang Kaltim tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk berwisata air panas, cukup berkunjung ke Desa Biantan Bapinang saja,” ujarnya.

Menurut Ririn, air panas di lokasi tersebut bukan berasal dari aktivitas vulkanik, melainkan dari proses resapan batu karst yang menyerap panas sebelum mengalir ke kawasan wisata.

“Air panas ini bukan termal atau vulkanik, melainkan hasil resapan dari batu karst yang menyerap panas, kemudian airnya mengalir dan bermuara di sini,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat setempat dalam mengelola destinasi wisata sebagai upaya menggerakkan perekonomian desa.

Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat

Sekretaris Kampung Biatan Bapinang Septi Eunike menyebut fenomena air panas dari bentang alam karst merupakan kondisi yang jarang ditemukan.

“Tidak ada gunung berapi di sini, namun muncul karst yang menghasilkan air panas,” katanya.

Pemerintah desa telah memberikan izin pengelolaan kawasan kepada Badan Usaha Milik Desa bersama Kelompok Sadar Wisata, meski objek wisata tersebut sudah dibuka sejak 2004 dan dikelola lebih serius dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan pendataan pemerintah desa, jumlah kunjungan pada hari biasa mencapai sekitar 200 hingga 300 orang per hari, sedangkan saat akhir pekan dapat meningkat hingga sekitar 600 pengunjung.

Pengelola juga telah menyediakan berbagai fasilitas seperti kolam rendaman umum, penyewaan tenda, hingga area khusus bagi wisatawan yang menginginkan suasana lebih privat.

Penulis :
Aditya Yohan