
Pantau - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi dari Jepang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan meningkatkan daya saing ekonomi di tengah keterbatasan fiskal pemerintah serta kebutuhan pembiayaan proyek strategis.
Investasi Jepang Dinilai Masih Prospektif
Faisal menyebut dukungan investasi menjadi semakin penting karena banyak pemerintah daerah membutuhkan pembiayaan untuk memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur yang mampu mendorong produktivitas ekonomi.
“Investasi itu dalam kondisi seperti sekarang menjadi semakin esensial, makin penting, karena banyak negara membutuhkan, termasuk pemerintah kota untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan daya saing,” ungkapnya.
Ia juga menilai Jepang masih memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang prospektif meskipun terdapat tantangan di bidang perizinan, prosedur, kebijakan, dan ketenagakerjaan.
“Jepang itu sebetulnya di antara sekian banyak investor, negara asal investor yang masih melihat Indonesia itu sangat prospektif,” ujarnya.
Proyek Strategis dan Transfer Teknologi
Sejalan dengan upaya menarik investasi, Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir tengah menjajaki peluang investasi Jepang pada enam proyek strategis DKI Jakarta, meliputi perluasan MRT Jakarta, pembangunan Mass Integrated Transportation Hub (MITJ), Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, tanggul laut NCICD, penguatan sistem pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan LRT fase 2 menuju Jakarta International Stadium.
Faisal menilai proyek-proyek infrastruktur seperti MRT dan pengairan memiliki prospek komersial yang baik sehingga layak terus dikembangkan melalui kerja sama dengan Jepang.
“Investasi Jepang baik itu MRT maupun juga penanganan infrastruktur pengairan, ini tentu saja sesuatu yang perlu harus dijaga bahkan juga ditingkatkan antara pemerintah dengan Jepang,” tuturnya.
Selain menciptakan efek berganda terhadap perekonomian melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas, ia menekankan pentingnya kerja sama investasi yang disertai transfer teknologi agar kemampuan teknis pelaku domestik semakin meningkat dan ketergantungan terhadap teknologi asing dapat dikurangi secara bertahap.
- Penulis :
- Aditya Yohan





