HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027 Lewat Strategi Pro Growth-Pro Welfare dan Reformasi Investasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027 Lewat Strategi Pro Growth-Pro Welfare dan Reformasi Investasi
Foto: (Sumber : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kedua kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi (kanan), dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri). (10/6/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz/aa..)

Pantau - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 melalui strategi pro growth-pro welfare yang menggabungkan percepatan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membidik laju ekonomi sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Pemerintah Bidik Pertumbuhan dan Perbaikan Kesejahteraan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

“Melalui strategi pro growth-pro welfare, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus percepatan perbaikan kesejahteraan,” ungkapnya.

Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan investasi berada pada kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen dengan fokus pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Selain itu, deregulasi dan penghapusan berbagai hambatan investasi akan dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, penguatan kepastian hukum, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dan lembaga.

APBN Dijaga Tetap Sehat untuk Dukung Transformasi Ekonomi

Purbaya menjelaskan pemerintah akan menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan yang bijak.

Ia menyebut optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekonomi nasional pada triwulan I-2026 yang mencatat pertumbuhan 5,61 persen secara tahunan, inflasi 3,08 persen, surplus neraca perdagangan yang berlanjut, serta cadangan devisa sebesar 144,9 miliar dolar AS.

“APBN tidak hanya berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mampu melindungi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkualitas,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti