
Pantau - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pemerintah perlu segera menyalurkan bantuan sosial tunai yang tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat setelah kenaikan harga Pertamax.
Bansos Tunai Dinilai Jadi Bantalan bagi Kelompok Rentan
Fakhrul mengatakan kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah memerlukan dukungan agar tidak menanggung seluruh dampak penyesuaian harga bahan bakar.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat yang terdampak tidak menanggung seluruh beban penyesuaian tersebut,” ungkap Fakhrul.
Ia menyarankan pemerintah memanfaatkan digitalisasi sistem pembayaran, integrasi data kependudukan, layanan perbankan, serta teknologi artificial intelligence agar penyaluran bantuan berlangsung cepat dan akurat.
Menurutnya, bantuan langsung tunai sebaiknya diberikan segera setelah kenaikan harga berlaku untuk mencegah penurunan konsumsi rumah tangga yang lebih dalam.
Reformasi Fiskal Perlu Diimbangi Perlindungan Sosial
Fakhrul menilai penyesuaian harga Pertamax merupakan langkah berat namun diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fiskal di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya impor energi.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap berbagai program belanja negara, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, agar ruang fiskal dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah memastikan beban penyesuaian tidak jatuh sepenuhnya kepada masyarakat. Pemerintah perlu menunjukkan bahwa disiplin fiskal, perlindungan sosial, dan reformasi belanja negara dapat berjalan beriringan,” katanya.
Fakhrul menambahkan bahwa pengurangan tekanan subsidi energi dan penguatan disiplin fiskal berpotensi memperbaiki persepsi pasar terhadap perekonomian nasional, sekaligus mendukung stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





