HOME  ⁄  Ekonomi

SAKA Sebut Persetujuan POD Lapangan Ronggolawe Dukung Strategi Peningkatan Produksi Migas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

SAKA Sebut Persetujuan POD Lapangan Ronggolawe Dukung Strategi Peningkatan Produksi Migas
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Infrastruktur migas lepas pantai PT Saka Energi Indonesia (SAKA). ANTARA/HO-PT PGN Tbk.)

Pantau - PT Saka Energi Indonesia (SAKA) menyatakan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe PHE-7 di Blok Pangkah oleh SKK Migas menjadi langkah penting untuk mendukung strategi peningkatan produksi migas perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Persetujuan POD Dorong Percepatan Produksi Lapangan Ronggolawe

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi mengatakan persetujuan tersebut menjadi dasar untuk mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang bernilai tambah bagi perusahaan.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ungkapnya.

Lapangan Ronggolawe dijadwalkan mulai berproduksi pada akhir 2029 setelah didukung hasil analisis komprehensif dari sumur RGL-3 yang memperkuat dasar teknis penyusunan rencana pengembangannya.

Fuji menjelaskan lapangan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 5.126 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD) pada masa puncak produksi dengan estimasi sumber daya sekitar 10 juta barel minyak hingga akhir masa kontrak kerja sama.

“Hasil evaluasi tersebut menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Pengembangan Terintegrasi dan Berorientasi Keberlanjutan

Dalam rencana yang telah disetujui, SAKA akan melakukan pengeboran empat sumur pengembangan yang dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di Wilayah Kerja (WK) Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.

Pengembangan Lapangan Ronggolawe PHE-7 juga menjadi bagian dari strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi WMO untuk mengoptimalkan produksi sekaligus mempercepat monetisasi hasil eksplorasi.

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” kata Fuji.

Ia menambahkan, “Lebih dari itu, SAKA berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.”

Penulis :
Ahmad Yusuf