
Pantau - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali memfasilitasi pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk berjualan secara gratis di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal dan perluasan akses promosi.
Stan Gratis untuk Dukung Pelaku Usaha Lokal
Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster mengatakan seluruh stan IKM Bali Bangkit dan UMKM kuliner pada PKB 2026 disediakan tanpa biaya sewa.
“Untuk stan IKM Bali Bangkit dan UMKM kuliner pada PKB tahun ini kita gratiskan, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa tempat,” ungkapnya.
Menurut Putri Koster, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mempromosikan dan memasarkan produknya dalam festival seni tahunan terbesar di Bali.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh peserta tetap melalui proses kurasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali bersama Dinas Koperasi dan UKM Bali guna memastikan kualitas produk yang dipamerkan.
Selain itu, pemerintah meminta pelaku usaha menjual produk dengan harga yang wajar dan melarang adanya pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk biaya keamanan maupun kebersihan.
PKB 2026 Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dekranasda Bali juga menjadikan PKB 2026 sebagai ajang edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber dengan mewajibkan setiap peserta mengelola sampah secara mandiri.
“Dengan demikian PKB tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan budaya Bali secara berkelanjutan,” ujar Putri Koster.
Setiap stan akan dilengkapi dua tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik, sementara para pelaku usaha diminta disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Nanti akan disediakan dua tong sampah di setiap stan, masing-masing untuk sampah organik dan anorganik, saya minta diperhatikan agar jangan sampai bercampur,” katanya.
Dekranasda Bali juga mengimbau pelaku IKM dan UMKM meninggalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke tas kain atau kemasan yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen mengurangi timbulan sampah plastik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





