HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Sebut Rupiah Terus Menguat Setelah BI-Rate Naik Menjadi 5,5 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bank Indonesia Sebut Rupiah Terus Menguat Setelah BI-Rate Naik Menjadi 5,5 Persen
Foto: (Sumber : Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Bank Indonesia menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS setelah kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,5 persen.

Aliran Modal Asing Menguat Pasca Kenaikan BI-Rate

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan penguatan bauran kebijakan berupa kenaikan BI-Rate serta peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara mendapat respons positif dari investor asing.

Ia mengungkapkan, “Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah.”

Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan nasional untuk mendukung masuknya modal asing.

Selain itu, bank sentral akan mengoptimalkan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.

BI Perkuat Kebijakan Stabilisasi Rupiah

Melalui Rapat Dewan Gubernur Mingguan pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, suku bunga deposit facility naik menjadi 4,50 persen dan lending facility meningkat menjadi 6,25 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah telah melampaui proyeksi bank sentral sehingga Dewan Gubernur memutuskan menaikkan BI-Rate.

Bank Indonesia juga mengumumkan sejumlah langkah penguatan stabilisasi rupiah, antara lain menaikkan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor, memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing, membuka kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan, serta meningkatkan intensitas operasi moneter dalam rupiah dan valuta asing.

Bank Indonesia dijadwalkan kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur Bulanan pada 17 hingga 18 Juni 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf