HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Laporkan Penutupan 119 Perlintasan Prioritas kepada Presiden Prabowo demi Tingkatkan Keselamatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KAI Laporkan Penutupan 119 Perlintasan Prioritas kepada Presiden Prabowo demi Tingkatkan Keselamatan
Foto: (Sumber : Ilustrasi perlintasan sebidang.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa hingga 4 Juni 2026 telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas sebagai bagian dari percepatan penataan keselamatan transportasi nasional.

Penutupan Perlintasan Dipercepat untuk Kurangi Risiko Kecelakaan

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa selain menutup perlintasan prioritas, perusahaan juga mempercepat penanganan 490 perlintasan liar dan memperkuat fasilitas keselamatan di 1.148 lokasi aktif di berbagai wilayah operasi.

Ia mengungkapkan, “Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI. Hingga saat ini, 119 dari 172 perlintasan prioritas telah berhasil ditutup. Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah.”

Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 97 korban, terdiri atas 43 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat, dan 31 korban luka ringan.

Sebanyak 52 persen kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, sementara 87 persen insiden dipicu perilaku pengguna jalan yang menerobos saat kereta akan melintas.

Edukasi dan Kolaborasi Terus Ditingkatkan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa setiap penutupan perlintasan dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat risiko, volume perjalanan kereta, kondisi lingkungan, dan potensi dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.

Ia mengatakan, “Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Semakin banyak titik rawan yang dapat ditangani, semakin besar peluang menciptakan perjalanan yang aman bagi masyarakat dan operasional kereta api.”

Anne juga mengungkapkan, “Keselamatan merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dicegah. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama.”

KAI menargetkan penyelesaian 53 perlintasan prioritas yang masih dalam proses sehingga sasaran penutupan 172 titik pada 2026 dapat tercapai, bersamaan dengan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai lokasi aktif.

Penulis :
Aditya Yohan