HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS setelah Respons Positif Pasar terhadap Kenaikan BI-Rate

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS setelah Respons Positif Pasar terhadap Kenaikan BI-Rate
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom..)

Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 59 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.989 per dolar AS seiring respons positif pasar terhadap keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Kenaikan BI-Rate Dorong Optimisme Investor

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan penguatan rupiah mendapat dukungan dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan.

“Pergerakan rupiah masih mendapat dukungan dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari investor asing dan turut meningkatkan minat terhadap aset domestik, sehingga membantu menjaga optimisme pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan minat investor terhadap aset domestik turut menopang pergerakan rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Sentimen Eksternal Masih Membayangi Pergerakan Rupiah

Di sisi lain, Amru menilai rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat setelah data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Ia mengatakan kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih lama.

Amru juga menjelaskan pasar mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik serta menjaga stabilitas pasokan energi global.

“Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak, kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, karena belum ada kesepakatan final, pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati,” ujarnya.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp17.980 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan