
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 121,63 poin atau 2,07 persen ke level 6.007,66 pada perdagangan Jumat sore, didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta sentimen positif dari dalam negeri.
Sentimen Eksternal dan Domestik Dorong Penguatan
IHSG dibuka menguat dan mampu mempertahankan pergerakan di zona positif hingga penutupan sesi pertama sebelum melanjutkan penguatan pada sesi kedua hingga perdagangan berakhir.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 10,61 poin atau 1,81 persen ke posisi 597,45.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan, “Faktor positif eksternal yang mendorong penguatan IHSG di antaranya ekspektasi akan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran, dan koreksi harga minyak mentah di bawah 90 dolar AS per barel.”
Selain faktor global, sentimen positif dari dalam negeri berasal dari pernyataan pemerintah mengenai rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaku pasar juga mencermati rencana pemerintah untuk menurunkan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen.
Ratna juga menyampaikan, “Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 5.900- 6.000 dan resistance 6.150- 6.220 pada pekan depan.”
Pada pekan mendatang, perhatian investor diperkirakan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni.
Berdasarkan konsensus yang disampaikan Ratna, BI Rate diperkirakan naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Mayoritas Sektor Menguat dan Aktivitas Perdagangan Tinggi
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatatkan penguatan selama perdagangan Jumat.
Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 5,03 persen.
Sektor barang baku naik 4,19 persen.
Sektor industri menguat 4,17 persen.
Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 2,28 persen.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga terbesar meliputi KIOS, APSR, PART, BUKM, dan RLCO.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar meliputi PSAB, BABY, LCKM, MPRO, dan RISE.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.401.960 kali transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 37,47 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp21,68 triliun.
Sebanyak 615 saham ditutup menguat.
Sebanyak 108 saham mengalami penurunan.
Sebanyak 93 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 2,87 persen ke level 66.058,00.
Indeks Shanghai melemah 1,12 persen ke level 4.031,51.
Indeks Hang Seng naik 1,93 persen ke level 24.718,10.
Indeks Strait Times menguat 0,76 persen ke posisi 5.025,80.
- Penulis :
- Shila Glorya





