HOME  ⁄  Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Disebut Perkuat Mitigasi Krisis Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Disebut Perkuat Mitigasi Krisis Energi Nasional
Foto: (Sumber :Ilustrasi. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata kapasitas 192 MWp di Provinsi Jawa Barat. (ANTARA/HO-PLN UID).)

Pantau - Pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk beroperasinya 60 pembangkit baru dengan total kapasitas 16,5 gigawatt dalam lima tahun terakhir, dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi dan mitigasi krisis energi di Indonesia.

Pembangkit Baru Perkuat Sistem Kelistrikan

Telaah yang ditulis KRT Tohom Purba menyebut pertumbuhan ekonomi, meningkatnya digitalisasi, dan tuntutan transisi menuju energi bersih memerlukan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan.

Keberadaan 60 pembangkit baru dengan kapasitas total 16,5 gigawatt disebut menjadi bukti berlangsungnya pembangunan di sektor ketenagalistrikan nasional.

Pembangunan tersebut juga didukung penguatan jaringan transmisi, pembangunan gardu induk, serta transformasi digital untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan.

Fondasi Ketahanan Energi Jangka Panjang

Telaah tersebut menjelaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada pembangunan pembangkit, tetapi juga keterhubungan antara pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, dan teknologi digital dalam mendukung distribusi listrik.

Disebutkan pula bahwa beroperasinya puluhan pembangkit baru menjadi jawaban atas anggapan yang menyebut tidak adanya pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan dipandang sebagai fondasi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mendukung adaptasi terhadap perubahan dan tantangan masa depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf