
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memperoleh tambahan 15.000 ton beras dari Bulog pusat guna memperkuat stok pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Tambahan Pasokan Dikirim Bertahap Selama 10 Hari
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan pengiriman tambahan beras dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung dalam 10 hari mendatang.
Ia mengungkapkan, “Pengiriman dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam 10 hari ke depan.”
Menurut Budi, tambahan pasokan tersebut akan memperkuat stok beras Bulog Sumatera Utara yang saat ini mencapai sekitar 56.796 ton.
Stok tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung Program Bantuan Pangan serta penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ia menyampaikan, “Pasokan beras harus tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut yang mencapai sekitar 15 juta jiwa.”
Penyerapan Gabah Terus Berjalan untuk Capai Target Tahunan
Selain menerima tambahan pasokan, Bulog Sumatera Utara masih melakukan penyerapan gabah kering panen dari petani di wilayah kerjanya.
Budi menjelaskan hasil konversi penyerapan gabah menjadi beras telah mencapai 14.992 ton sepanjang periode Januari hingga 3 Juni 2026.
Ia mengatakan, “Pengadaan beras sebanyak 14.992 ton tersebut telah mencapai sekitar 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 sebanyak 35.000 ton.”
Menurutnya, potensi penyerapan beras masih tersedia di sejumlah daerah seperti Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Langkat pada Juli 2026.
Bulog optimistis target pengadaan beras hingga 35.000 ton dapat tercapai pada Desember 2026 guna memperkuat cadangan pangan di Sumatera Utara.
Sebagai operator pemerintah di bidang pangan, Bulog juga menjalankan tugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





